Beranda / Berita / Detil Berita

BRMP Babel Perkuat Kolaborasi dengan Pemkab Beltim Dukung Swasembada Pangan

23 Jul 2026, 20:55 WIB Ajeng
utama #Swasembada Pangan 23x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) guna mendorong percepatan modernisasi pertanian dan swasembada pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi dengan Bupati Beltim, Kamarudin Muten yang berlangsung pada Rabu (22/07/2026) di Ruang Kerja Bupati. 

Dalam pertemuan tersebut, Tim dari BRMP Babel bersama dengan pihak PLN diterima langsung oleh Bupati Beltim yang didampingi oleh Heru Indramarta, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, serta Andri Taruna Praja, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Beltim. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk mensosialisasikan penerapan Pertanian Modern Advance Agricultural System (PM-ASS) yang merupakan program strategis dari Kementerain Pertanian.

Dijumpai seusai audiensi, Kepala BRMP Kepulauan Babel, Intan Rahayu menjelaskan PM-ASS merupakan sistem pertanian maju dengan menggunakan teknologi pertanian yang memadukan benih unggul, mekanisme pertanian modern, pemupukan presisi, tata kelola air yang efisien, digitalisasi pertanian serta manajemen usaha tani berbasis data untuk mendapatkan produktivitas yang lebih meningkat. 

“Provitas kita di Bangka Belitung masih rendah sekitar 4,2 ton per hektar, sehingga dengan penerapan sistem pertanian modern ini diharapkan akan meningkat paling tidak dua kalinya yakni sekitar 8 – 10 ton per hektar,” jelas Intan.

Ia melanjutkan kondisi alam di Kepulauan Bangka Belitung umumnya merupakan lahan sawah tadah hujan yang saat ini sedang mengalami musim kemarau, namun dengan sistem pertanian modern dengan pengaturan tata kelola air yang baik, upaya ini diharapkan dapat mendorong swasembada pangan.

“Harapan kami sosialisasi terkait pertanian modern ini dapat segera dilakukan, sehingga sampai akhir tahun kita sudah meningkatkan produktivitas kita melalui peningkatan masa tanam setiap tahunnya,” harapnya.

Tenaga Ahli Kementerian Pertanian, Hermansyah menambahkan dalam penerapan PM-ASS agar dapat berjalan dengan baik dibutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, diantaranya dengan Kementerian PU yang berfokus pada penyediaan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air serta dengan PLN yang menyediakan pasokan listrik untuk operasional alat dan mesin pertanian.

“Dalam upaya penerapan sistem ini, Kami dari Kementan juga sudah mensinergikan dengan Kementerian PU terkait irigasi serta pihak PLN terkait kelistrikan,” tambah Hermanysah.

Hermansyah mengharapkan melalui audiensi dengan Bupati Beltim dapat segera mengimplementasikan penerapan sistem pertanian modern ini di Kabupaten Beltim sehingga swasembada pangan yang diharapkan dapat terwujud.

“Dari hasil pertemuan dengan Bapak Bupati tadi diharapkan Beliau dapat segera menetapkan aturan-aturan sehingga penerapan PM-ASS di Kabupaten Beltim ini dapat berjalan,” pungkasnya.