Foto bersama
Wabup Menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara seminar
Ketua PGRI menyampaikan sambutan
Wabup dan Forkopimda menyanyikan lagu indonesia Raya
Wabup Bersama Narasumber
pemberian cinderamata kepada narasumber
Wabup Beltim memberikan cinderamata
PGRI Beltim Konsisten Hadirkan Seminar Berkualitas, Guru Diajak Perkuat Pendidikan Karakter
12/Mei/2026, 21:06 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berubah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di daerah. Melalui Seminar Pendidikan Karakter PGRI Kabupaten Beltim Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Zahari MZ, Selasa (12/5/26) pagi.
Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan memadati ruangan dengan antusiasme tinggi. Seminar ini diikuti sekitar 725 peserta secara luring dan 25 peserta secara daring yang terdiri dari guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK se-Kabupaten Beltim.
Bukan kali pertama, dalam beberapa tahun terakhir PGRI Beltim rutin menghadirkan seminar pendidikan dengan menghadirkan narasumber nasional yang kompeten dan inspiratif. Tahun ini, seminar mengangkat tema “Optimalisasi Pendidikan Karakter untuk Membentuk Generasi Unggul dan Berprestasi.”
Tiga narasumber dihadirkan sekaligus, mulai dari Wakapolda Kepulauan Bangka-Belitung, Brigjen Pol Murry Miranda, Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta Sulasmi, serta Kepala SMA Negeri 1 Manggar Sabarudin.
Ketua PGRI Beltim, Bambang Sutrisno mengatakan tema pendidikan karakter dipilih bukan tanpa alasan. Menurutnya, persoalan karakter dan adab generasi muda saat ini menjadi keresahan banyak guru.
“Karena kondisi pendidikan kita saat ini, anak-anak muda kita ternyata adab ataupun karakternya masih kurang maksimal untuk ditingkatkan. Nah ini menjadi keresahan kami, keresahan guru-guru di Belitung Timur bahkan Indonesia,” ujar Bambang.
Didampingi wakilnya, Suharly, Bambang menilai pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, namun juga harus mampu membentuk karakter generasi muda agar siap menghadapi masa depan.
“Harapan kami bagaimana cara terbaik menanamkan karakter supaya mereka bisa menjadi generasi terbaik nantinya, generasi emas 2045 yang mampu memberikan sumbangsih bagi perkembangan Indonesia ke depannya,” katanya.
Bambang menyebut pemilihan narasumber juga dilakukan secara khusus agar para guru mendapatkan inspirasi langsung dari figur-figur yang dinilai berhasil dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter.
Menurutnya, Brigjen Pol Murry Miranda dianggap sebagai sosok yang lahir dari pendidikan karakter yang kuat. Sementara Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta dinilai berhasil membawa sekolahnya menjadi salah satu SD terbaik di Indonesia dengan berbagai capaian nasional maupun internasional.
“Narasumber dari Yogyakarta itu sekolahnya tercatat memiliki sekitar 1.200 prestasi nasional dan internasional. Kami berharap guru-guru Beltim bisa belajar dari mereka,” ungkap Bambang.
Selain itu, Kepala SMA Negeri 1 Manggar, Sabarudin juga dihadirkan sebagai inspirasi lokal karena sekolah yang dipimpinnya masuk jajaran sekolah terbaik nasional.
Meski kegiatan dilaksanakan secara mandiri melalui kontribusi peserta sebesar Rp100 ribu per guru, antusiasme tetap tinggi. Kepala SMP 1 Damar menyebut hal tersebut menunjukkan kesadaran para guru akan pentingnya peningkatan kapasitas diri.
“Alhamdulillah setiap tahun PGRI menyelenggarakan seminar pendidikan seperti ini. Bahkan rencananya nanti di bulan November kami kembali menggelar seminar menyambut Hari Guru,” ujarnya.
Suasana seminar berlangsung hidup. Para peserta tampak serius menyimak materi yang disampaikan narasumber, sesekali diselingi tepuk tangan dan diskusi hangat. Seminar ini bukan hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tetap menjadi fondasi penting dalam membangun generasi unggul di masa depan.