Audiensi Revalidasi Belitong UGGp Tahun 2026.JPG
Ketua BP Geopark Belitong Marzuki.JPG
Kepala UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung Apri Yuliansyah.JPG
Strategi Pembenahan Geopark Belitong Menuju Green Card
23/Jan/2026, 21:28 WIB • Marliana
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Badan Pengelola (BP) Geopark Belitong memaparkan sejumlah langkah strategis dalam menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) 2026. Fokus pembenahan diarahkan pada peningkatan kualitas pengelolaan kawasan sesuai rekomendasi UNESCO.
Hal ini terungkap saat Audiensi bersama Bupati Belitung dan Bupati Belitung Timur (Beltim) tentang Persiapan Revalidasi Belitong UGGp Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Beltim, Jumat (23/01/26).
Ketua BP Geopark Belitong, Marzuki menjelaskan pihaknya kini memprioritaskan penguatan fungsi edukasi dan komunikasi publik di setiap geosite.
“Kami sedang memperbaiki kualitas panel interpretasi di lapangan agar lebih informatif, menarik, dan menggunakan minimal dua bahasa. Ini penting agar pesan geologi, budaya, dan lingkungan dapat dipahami semua kalangan,” jelas Marzuki.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan penguatan jejaring internasional.
“Website resmi, media digital, dan materi publikasi akan terus diperbarui. Selain itu, kami mendorong partisipasi aktif dalam forum geopark dunia untuk memperluas kolaborasi dan pertukaran pengetahuan,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten menyampaikan dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kami mendorong pembentukan tim percepatan revalidasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha agar seluruh rekomendasi UNESCO bisa ditindaklanjuti secara terukur,” Ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam ekosistem geopark.
“Geopark tidak akan kuat tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, edukasi di sekolah, pemberdayaan desa wisata, serta keterlibatan UMKM akan terus kami dorong agar manfaat geopark benar-benar dirasakan secara luas,” pungkas Kamarudin.
PROVINSI SIAPKAN RP1,5 MILIAR PERKUAT INFRASTRUKTUR GEOSITE
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung menyiapkan intervensi infrastruktur di sejumlah geosite Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp) sebagai bagian dari persiapan revalidasi tahun 2026.
Hal ini disampaikan Kepala UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung, Apri Juliansyah. Ia mengatakan dukungan terhadap geopark menjadi program prioritas Gubernur Babel dan dilaksanakan lintas sektor.
“Geopark Pulau Belitong sudah masuk dalam program unggulan dan prioritas Gubernur. Karena itu intervensinya tidak hanya dari sektor pariwisata, tetapi juga lintas OPD agar persiapan revalidasi berjalan lebih rapi dan terarah pada 2026,” jelas Apri.
Apri juga menjelaskan bahwa sejak 2025 pihaknya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung promosi geopark.
“Pada 2025 kami menganggarkan Rp223 juta untuk produksi video promosi Geopark Pulau Belitong beserta materi pendukungnya, sebagai bagian dari penguatan visibilitas geopark,” ungkapnya.
Dilanjutkan Apri, untuk tahun 2026 fokus diarahkan pada pemenuhan rekomendasi evaluator UNESCO, terutama pada aspek keterkaitan warisan geologi, hayati, dan budaya.
“Tahun 2026 kami menganggarkan Rp391 juta untuk kajian interpretasi bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Pariwisata ITB. Kajian ini akan menjadi dasar penyusunan media interpretasi di sejumlah geosite,” jelasnya.
Menurut Apri, selain sektor pariwisata, intervensi juga dilakukan melalui dukungan infrastruktur oleh Dinas PUPR Provinsi. Apri menjelaskan total dukungan infrastruktur yang disiapkan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
“Intervensi infrastruktur difokuskan pada site yang memang menjadi lokus rekomendasi revalidasi. Di Kabupaten Beltim, pekerjaan akan dilakukan di Open Pit Nam Salu, Gunung Lumut, dan Tebat Rasau,” sebutnya.
Apri menegaskan bahwa seluruh intervensi tersebut dirancang untuk mendukung kesiapan Belitong menghadapi penilaian ulang UNESCO.
“Fokus kami adalah memastikan infrastruktur dasar, sarana interpretasi, dan kenyamanan pengunjung di geosite benar-benar siap. Ini bukan hanya untuk revalidasi, tetapi untuk keberlanjutan pengelolaan geopark ke depan,” tutupnya.