Beranda / Berita / Detil Berita

Belitung Timur Masuk 35 Lokasi Strategis Pembangunan NMSS

16 Jul 2026, 20:56 WIB Atha
utama #Bakamla RI 14x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjadi salah satu dari 35 titik pembangunan National Maritime Security System (NMSS) yang disiapkan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Rencana pembangunan tersebut dibahas dalam silaturahmi Tim Bakamla RI bersama Bupati Beltim di Ruang Kerja Bupati, Kamis (16/7/2026). 

Direktur Strategi Keamanan Laut Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Dr. Steven Toar Sambouw, mengatakan Kabupaten Beltim dipilih karena memiliki posisi strategis yang berhadapan langsung dengan ALKI I, sehingga memerlukan penguatan sistem pengawasan maritim. Dalam kesempatan itu, tim juga memaparkan konsep pembangunan NMSS sekaligus membahas kesiapan lahan sebagai salah satu tahapan percepatan realisasi program. 

“Kabupaten Beltim dipilih karena berhadapan langsung dengan ALKI I. Dengan aktivitas pelayaran yang tinggi, potensi terjadinya pelanggaran maupun aktivitas ilegal juga meningkat. Karena itu negara melalui Bakamla RI merencanakan pembangunan National Maritime Security System di wilayah ini,” ujarnya.

Menurut Steven, NMSS akan dilengkapi berbagai perangkat pemantauan modern, seperti radar, sistem satelit, drone, pusat monitoring, serta personel yang bertugas mengoperasikan sistem tersebut.

Usai pertemuan, Tim Bakamla RI dijadwalkan melakukan survei lapangan terhadap tiga alternatif lokasi, yakni Pantai Tambak, Burung Mandi, dan Nyur Melambang. Survei dilakukan untuk menentukan lokasi yang paling optimal berdasarkan jangkauan radar, posisi yang menghadap langsung ke ALKI I, serta efektivitas pengawasan wilayah perairan.

“Kami akan meninjau lokasi yang paling optimal agar tangkapan radar maksimal. Selain coverage area, lokasi tersebut juga harus mampu memonitor kapal yang melintas sehingga pengawasan dan respon terhadap kejadian di laut dapat dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Selain memperkuat pengawasan keamanan laut, NMSS juga akan menyediakan sistem peringatan dini (early warning system) bagi pemerintah daerah. Pembangunannya membutuhkan lahan sekitar 6.000 hingga 8.000 meter persegi yang akan digunakan untuk menara radar, gedung pengawasan, serta fasilitas pendukung personel.

Steven berharap proses administrasi penyiapan lahan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan dapat dimulai pada September 2026.

“Kalau Bupati merestui dan proses administrasinya berjalan lancar, insya Allah September tahun ini kita sudah bisa memulai pembangunan NMSS. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Beltim karena manfaatnya bukan hanya untuk monitoring keamanan laut, tetapi juga membantu pemerintah daerah dan masyarakat,” katanya.

Jenderal berbintang satu ini juga mengungkapkan pembangunan NMSS membuka peluang bagi putra-putri daerah Beltim untuk bergabung sebagai personel Bakamla RI yang mengoperasikan sistem tersebut.

“Ada peluang bagi putra daerah untuk menjadi pegawai Bakamla RI sebagai awak NMSS. Kebutuhannya lebih dari 30 personel. Harapan kami, jika diisi oleh putra daerah, mereka dapat mengabdi di kampung halamannya sendiri,” pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah, serta Plt. Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah.