Beranda / Berita / Detil Berita

Stabilisasi Harga Daging Ayam, Pemkab Beltim Gandeng Distributor Sediakan 7 Ton Daging Ayam Beku

14 Sep 2026, 22:40 WIB • Aliyah
utama #Operasi Pasar #Stabilitas Harga 20x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan distributor daging ayam beku, Perum Bulog dan pelaku usaha menggelar operasi pasar. Sebanyak 7 ton daging ayam beku disiapkan dan dijual dengan harga Rp39.000 per kilogram pada operasi pasar yang tersebar di 8 titik lokasi di wilayah Kabupaten Beltim.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai Senin (14/09/2026) hingga Rabu (16/09/2026). Pada hari pertama, operasi pasar dilaksanakan di Kecamatan Manggar, Gantung, Simpang Pesak dan Dendang. Hari kedua, di Kecamatan Damar, Kelapa Kampit dan Simpang Renggiang, dan di hari terakhir di Halaman Kantor Bupati Beltim. 

Kepala Bagian Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Beltim, Tri Astuti Ramadhani Haliza mengungkapkan bahwa langkah ini diambil menyusul tingginya harga ayam di pasaran yang sejak minggu keempat Agustus lalu masih bertahan di kisaran harga Rp50.000 per kilogram. Menurutnya, komoditas ayam bahkan menjadi salah satu penyumbang inflasi pada Agustus lalu. 

"Berdasarkan pemantauan kita, harga daging ayam dari bulan kemarin mengalami kenaikan dari mulai minggu keempat sampai sekarang, itu masih stuck di angka Rp50.000 per kilogram harganya. Jadi untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi, Pemkab Beltim mulai bergerak cepat dengan melakukan intervensi melalui operasi pasar ini," jelas Tri yang ditemui usai operasi pasar di Halaman Kantor Camat Gantung, Senin (14/09/2026).

Diungkapkan Tri, pemilihan ayam beku sebagai opsi intervensi ini dikarenakan ketersediaan stok ayam segar di pasaran yang terbatas. Keterbatasan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya keterbatasan bibit dari penyedia, peningkatan permintaan hingga faktor cuaca.

"Kita juga sudah mengecek stok ketersediaan ayam segar di pasaran maupun berkoordinasi dengan Distangan, dan memang stoknya itu kurang. Karena kita tidak bisa terlalu lama membiarkan harga ayam ini tinggi, kita memutuskan untuk menyediakan daging ayam beku. Intinya kita memberikan pilihan kepada masyarakat," tambahnya.

Dengan harga Rp39.000 per kilogram, operasi pasar ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menekan harga ayam segar di pasaran.

Pada operasi pasar ini, selain memperoleh daging ayam beku seharga Rp39.000 per kilogram, masyarakat juga dapat memperoleh sejumlah bahan pangan lainnya dengan harga terjangkau, diantaranya minyak goreng minyakita seharga Rp14.500 per lim seharga Rp58.000.