Beranda / Berita / Detil Berita

Seleksi JPT Beltim Masuk Tahap Wawancara, Bupati Tegaskan Tanpa “Titipan"

18/Apr/2026, 23:48 WIB • Fauzi

utama #Seleksi JPT Beltim 👁️ 73x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tahun 2026 memasuki tahapan krusial, yakni wawancara oleh tim panitia seleksi (pansel), Jumat (17/4/2026) Pagi.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum 28 peserta yang bersaing untuk mengisi tujuh jabatan JPT mengerucut menjadi tiga besar di masing-masing posisi. Sebanyak 21 nama hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 20 April mendatang.

Proses wawancara dilaksanakan di Gedung Seleksi JPT Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Beltim, dengan tim pansel yang terdiri dari lima orang, dipimpin Sekretaris Daerah, Erna Kunondo sebagai ketua.

Di tengah berlangsungnya proses seleksi, Bupati Beltim, Kamarudin Muten turut hadir meninjau langsung jalannya tahapan wawancara. Usai meninjau, Bupati Beltim menegaskan bahwa seluruh proses seleksi diserahkan sepenuhnya kepada tim pansel sesuai aturan yang berlaku, tanpa intervensi ataupun praktik titipan.

“Kita percayakan sepenuhnya ke pansel. Ikuti saja semua aturan yang sudah digariskan. Nanti yang nilainya terbaik, itu yang dipakai,” kata Kamarudin. 

Kamarudin juga menekankan pentingnya kompetensi sebagai dasar utama dalam penentuan pejabat yang akan menduduki jabatan strategis. Menurutnya, praktik “titip-menitip” justru berpotensi menghasilkan pejabat yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Kenapa saya tidak mau ada titip-titip? Karena kalau titipan, biasanya tidak sesuai dengan kebutuhan. Akhirnya tidak mampu menjalankan visi misi,” jelas Kamarudin.

Mantan pengusaha dari Kelapa Kampit ini mengaku pengalaman sebelumnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jabatan dan kemampuan pejabat, sehingga berdampak pada kinerja organisasi.

“Yang kita butuhkan itu orang yang benar-benar punya kompetensi, bukan karena faktor lain,” tambahnya. faktor lain,” ujar Kamarudin.

Peserta Yakin Proses Selter Berjalan Objektif

Sementara itu, salah satu peserta seleksi, Eldo Mukmin mengaku mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan santai tanpa persiapan khusus yang berlebihan. Menurutnya, proses seleksi lebih menitikberatkan pada kemampuan dan pengalaman yang selama ini telah dijalani.

“Persiapan khusus tidak ada, paling kita hanya mengenal apa saja yang akan diujikan. Selebihnya ya berdasarkan pengalaman kerja kita,” ungkap Eldo.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) Beltim ini menjelaskan, tahapan seleksi seperti asesmen, penulisan makalah, hingga wawancara menjadi ruang untuk mengukur kompetensi secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun potensi kepemimpinan.

“Ini lebih kepada mengukur sejauh mana kemampuan kita, bukan sekadar soal teori,” tambah Eldo.

Terkait proses seleksi, Lulusan S1 dan S2 dari UGM Yogyakarta ini juga meyakini bahwa pelaksanaan seleksi terbuka JPT di Beltim berjalan secara objektif dan transparan. Eldo sendiri mengikuti JPT Pratama untuk jabatan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Beltim.  

“Saya yakin proses ini berjalan objektif dan sesuai aturan. Kita percaya pansel bekerja profesional,” kata Eldo.

Dengan tahapan yang semakin mengerucut, seleksi terbuka JPT ini diharapkan mampu menghasilkan pejabat yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki kapasitas dan integritas dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah.