Beranda / Berita / Detil Berita

Lantik 40 Pengurus AAI Cabang Beltim 2026 – 2029: Pentingnya Peran Arsiparis Dalam Menyimpan Khasanah Memori Kolektif Daerah

16/Apr/2026, 22:16 WIB • Lulya

utama #AAI Cabang Beltim #Arsiparis 👁️ 19x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim — Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Cabang Belitung Timur (Beltim) resmi melantik dan mengukuhkan pengurus periode 2026–2029 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di SMK STANIA Manggar, yang merupakan lokasi sekolah  yang penuh dengan sejarah, Kamis (16/04/2026).

Ketua Pengurus AAI Cabang Beltim 2026 – 2029, Woro Hapsari Chandra Dewi mengatakan pemilihan sekolah ini bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan SMK STANIA Manggar yang dahulu dikenal sebagai Ambach Cursus, merupakan bagian penting dari sejarah pendidikan dan perkembangan industri di Beltim sejak awal abad ke-20.

“Sekolah ini menjadi simbol perjalanan yang panjang dalam pembentukan sumber daya manusia unggul di daerah, sekaligus sebagai salah satu representasi memori kolektif yang hidup,” ujar Woro sapaan akrabnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa momentum pelantikan ini tidak sekadar seremoni organisasi, melainkan juga menjadi titik awal komitmen besar untuk menghidupkan kembali kesadaran akan pentingnya arsip sebagai penjaga identitas dan sejarah daerah.

“Kami berkomitmen untuk mengangkat jejak sejarah seperti Ambach Cursus sebagai bagian dari memori kolektif bangsa yang akan diusulkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia,” pungkas Woro.

Woro menambahkan langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat jati diri daerah melalui dokumentasi sejarah yang sistematis dan berkelanjutan di tengah transformasi digital dan tuntutan reformasi birokrasi, peran arsiparis kini semakin strategis.

“Di Beltim ini arsiparis sebanyak 64 orang memegang peranan penting dalam menjaga autentisitas informasi, mendukung pengambilan keputusan, serta memastikan keberlanjutan pengetahuan organisasi,” tambah Woro.

Woro menaruh harapan pada arsiparis agar terus berkompeten dan adaptif untuk mendorong peningkatan Indeks Pengawasan Kearsipan Daerah (IPKD), mempercepat digitalisasi arsip dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta menjamin tertib arsip sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

“Untuk itu AAI Cabang Beltim mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan penuh terhadap penguatan profesi arsiparis, termasuk memastikan keberlanjutan peran para arsiparis yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerjanya dan juga organisasi ini menjadi wadah pengabdian, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah” harapnya.

Bupati Beltim, Kamarudin Muten juga mengatakan peran arsiparis sangat strategis karena arsip merupakan sumber informasi dan pertanggungjawaban, sehingga pengelolaannya harus diperkuat untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

"Oleh karena itu, perlu sinergi dan kolaborasi kita semua untuk mewujudkan ekosistem kearsipan yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan," ucap Kamarudin Muten.

Selanjutnya Kamarudin Muten mengajak Arsiparis Beltim untuk meningkatkan keteladanan dalam tertib pengelolaan dokumen dan budaya sadar informasi, serta menjaga dan melestarikan arsip sebagai warisan bagi generasi mendatang.