30 Peserta Calon Seleksi yang Ikut Program Pemagangan
Sambutan Bupati Beltim
30 Putra Daerah yang Akan Ikut Seleksi Magang
Arahan Bupati Beltim Kepada Pesreta yang Akan Ikut Seleksi Magang
Foto bersama dengan Bupati dan Plt Kepala Disnakerkopukm Beltim
Dari Beltim ke Dunia: 30 Putra Daerah Berebut Tiket Magang PT Panasonic
17/Apr/2026, 21:57 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Harapan untuk menembus dunia kerja internasional kembali terbuka bagi putra daerah Belitung Timur (Beltim). Sebanyak 30 peserta mengikuti seleksi Program Latih Kerja/Pemagangan kerja sama Pemerintah Kabupaten Beltim dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Beltim, Jumat (17/04/2026) pagi.
Seleksi yang dibuka langsung oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten ini menjadi gerbang awal bagi para peserta untuk meraih kesempatan magang hingga bekerja di perusahaan besar, bahkan hingga ke luar negeri.
Dari total 30 peserta yang mengikuti tahapan seleksi lanjutan, hanya 10 orang terbaik yang akan dipilih untuk mengikuti program pemagangan tersebut.
Sejak dimulai tahun 2018 lalu, Program ini telah memasuki tahun keempat kerja sama antara Pemkab Beltim dan PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Meski kuota setiap tahun hanya 10 orang, dampaknya sudah mulai terasa.
Sejumlah alumni program ini bahkan telah bekerja di luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan. Mereka tak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi “pahlawan devisa” yang membantu perekonomian keluarga di kampung halaman.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten menegaskan bahwa program pemagangan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Beltim dalam membuka akses kerja yang lebih luas bagi generasi muda, sekaligus menjawab tantangan lapangan kerja di daerah.
“Program ini bukan hanya untuk kerja di Jakarta, tapi bisa sampai ke Korea dan Jepang. Kita ingin anak-anak Kabupaten Beltim punya kesempatan yang sama untuk bersaing, bahkan di tingkat internasional,” harap Kamrudin.
Kamarudin juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga pendidikan.
“Saya dorong anak-anak kita jangan berhenti belajar. Sambil kerja pun kalau bisa tetap lanjut kuliah. Karena kalau pendidikannya meningkat, otomatis peluang dan pendapatan juga akan ikut berubah,” kata Kamarudin.
Selain itu, Kamarudin menyebut Pemkab Beltim juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang melalui pengembangan kawasan industri khusus di Beltim, yakni Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK) Kecamatan Kelapa Kampit.
“Dalam waktu dekat kawasan industri akan mulai disosialisasikan. Ini sudah lama kita siapkan, dan harapannya bisa membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah kita sendiri,” jelasnya.
Seleksi Ketat: Dari 34 Pendaftar, Disaring Jadi 10 Orang
Sementara itu, Plt. Kepala Disnakerkopukm Beltim, Adi Usman didampingi Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Khristy Arry Widhaswara menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap dan ketat.
“Awalnya ada sekitar 34 pendaftar, kemudian diseleksi administrasi hingga tersisa 30 orang yang mengikuti tahapan psikotes dan wawancara hari ini,” jelas Adi.
Menurutnya, dari tahapan tersebut nantinya akan dipilih 10 orang terbaik yang akan dikirim untuk mengikuti program pemagangan di PT Panasonic. Mantan Camat Simpang Renggiang ini menambahkan, selama empat tahun kerja sama berjalan, kuota peserta memang masih terbatas.
“Setiap tahun hanya 10 orang. Harapan kami ke depan tentu ada penambahan kuota agar lebih banyak anak-anak Beltim yang mendapat kesempatan,” harap Adi.
Lebih lanjut, program ini tidak hanya berhenti pada pemagangan. Pemerintah daerah juga menyiapkan jalur lanjutan bagi peserta untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang. Melalui dukungan APBD, peserta akan difasilitasi mengikuti pelatihan bahasa sebelum diberangkatkan.
“Kita juga siapkan kelas bahasa yang dibiayai pemerintah daerah. Setelah itu mereka bisa bekerja di Jepang dengan kontrak hingga tiga tahun,” tambah Khristy.
Meski jumlah peserta tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, hal itu lebih disebabkan oleh persyaratan administratif seperti kelulusan sekolah yang masih dalam proses. Namun demikian, program ini tetap menjadi salah satu peluang paling konkret bagi generasi muda Beltim untuk menembus pasar kerja global.