Beranda / Berita / Detil Berita

Satu Jiwa di Kulong Minyak: Inkai Beltim Rayakan 55 Tahun dengan Sederhana, Penuh Makna

19/Apr/2026, 21:57 WIB • Fauzi

berita #Inkai Beltim #Kepemudaan dan olahraga 👁️ 78x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Sore yang hangat di kawasan Situ Kulong Minyak, Manggar, Minggu (19/4/2026), terasa berbeda. Di bawah langit yang mulai meredup, puluhan karateka dari berbagai ranting Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berkumpul dalam satu lingkaran kebersamaan.

Tanpa panggung megah atau seremoni berlebihan, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Inkai ke-55 justru tampil sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan semangat yang kuat: “Satu Jiwa, Satu Rasa, Satu Tujuan, INKAI Juara Prestasi Dunia.”

Anak-anak berseragam karate bahkan tidak sedikit yang memakai seragam olahraga, tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Tawa mereka pecah di sela-sela permainan, namun seketika berubah khidmat saat doa dipanjatkan dan ikrar karateka diucapkan bersama.

Kegiatan dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar karateka yang menggema di tepian kulong. Setelah itu, para karateka mengikuti latihan bersama yang dipandu para senpai, memperlihatkan gerakan demi gerakan dengan disiplin khas bela diri.

Momen kebersamaan semakin terasa saat pemotongan kue ulang tahun dilakukan. Tepuk tangan pun pecah, disusul senyum para orang tua yang turut hadir mendampingi anak-anak mereka.

Tak berhenti di situ, suasana semakin cair saat berbagai permainan digelar. Anak-anak berlarian, orang tua ikut terlibat, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di sore hari itu.

Ketua Pengurus Kabupaten Inkai Beltim, Fitri Zakiah menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-55 ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan di masing-masing ranting.

“Kalau sebelumnya kita sudah melaksanakan gasshuku dan konsolidasi pengurus di tingkat ranting, hari ini menjadi puncaknya. Semua berkumpul di sini, dari Manggar, Gantung, hingga Kelapa Kampit,” ungkap Fitri.

Menurutnya, momentum ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ajang memperkuat soliditas antaranggota dan pengurus.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin mempererat kebersamaan. Sekaligus menjadi ruang berbagi, baik progres latihan maupun rencana ke depan,” kata Fitri.

Sekretaris DPRD Beltim ini juga mengungkapkan bahwa Inkai Beltim menargetkan dapat kembali menggelar turnamen terbuka dalam waktu dekat.

“Target kita tahun ini atau paling lambat tahun depan bisa menggelar Inkai Open tingkat Bangka Belitung,” ujar Fitri yang didampingi Senpai Syukur Maulana.

Dua Dekade Inkai Beltim, Lahirkan Atlet Berprestasi

Keberadaan Inkai di Kabupaten Beltim bukanlah hal baru. Organisasi ini telah berdiri lebih dari dua dekade dan menjadi salah satu tulang punggung pembinaan atlet karate di daerah.

“Kalau untuk kontribusi, sebagian besar atlet karate di Beltim itu berasal dari Inkai. Bahkan sekitar 80 persen atlet yang turun di kejuaraan provinsi berasal dari Inkai,” ungkap Fitri.

Tak hanya di tingkat daerah, sejumlah karateka Inkai Beltim juga telah menembus level nasional hingga internasional, termasuk mengikuti turnamen di Malaysia dan meraih medali. 

Meski demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. Persaingan semakin ketat, sementara sebagian atlet harus membagi waktu antara latihan, sekolah, hingga pendidikan lanjutan.

Di usia ke-55 ini, Inkai tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Fitri berharap, melalui kebersamaan seperti ini, semangat para atlet muda terus tumbuh dan menular.

“Kita ingin anak-anak yang sudah berprestasi bisa berbagi pengalaman, menularkan semangatnya. Orang tua juga semakin yakin bahwa Inkai bukan hanya tempat latihan, tapi juga membentuk karakter anak,” jelasnya.

Mantan Camat Manggar ini juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah tantangan yang semakin besar.

“Semakin besar organisasi, tantangannya juga semakin besar. Tapi kita ingin tetap solid dan terus berkembang,” ujarnya.

Sore itu, di Kulong Minyak, Inkai Beltim tidak sekadar merayakan ulang tahun. Mereka merayakan perjalanan, kebersamaan, dan harapan. Karena bagi mereka, Inkai bukan hanya tentang bela diri. Ia adalah rumah, tempat tumbuhnya disiplin, persaudaraan, dan keyakinan untuk melangkah lebih jauh.