Beranda / Berita / Detil Berita

Ribuan Orang Padati Malam Resepsi Chit Nyet Pan Kelapa Kampit

29 Agt 2026, 10:42 WIB Fauzi
utama #Sembahyang rebut 20x dibaca

Bagikan

Kelapa Kampit, DiskominfoSP Beltim – Ribuan orang memadati kawasan Kelenteng Fuk Tet Che Kelapa Kampit, Jumat (28/8/26) malam. Mereka datang bukan hanya dari Kabupaten Belitung Timur (Beltim), tetapi juga dari sejumlah daerah di luar kabupaten dan Pulau Belitung untuk menyaksikan Malam Resepsi Sembahyang Rebut Chit Nyet Pan.

Kepadatan terlihat sejak malam mulai berlangsung. Halaman kelenteng dipenuhi warga dan pengunjung yang datang bersama keluarga. Sejumlah tamu dari Tanjungpandan dan daerah lainnya di Pulau Belitung turut meramaikan kegiatan yang menjadi rangkaian tradisi tahunan masyarakat etnis Tionghoa tersebut.

Suasana semakin semarak dengan penampilan sejumlah artis lokal maupun ibu kota. Di antaranya Rizka Juwita, Vendy Zhou, Wang Ik Fang, Felicia Yosly dan Stephani.

Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah bagi pengunjung. Sebanyak 3.000 kupon diundi untuk memperebutkan puluhan hadiah. Mulai dari lucky angpao senilai Rp500 ribu, Rp1 juta, Rp2 juta hingga Rp3 juta. Dua sepeda gunung dan satu sepeda motor juga disiapkan sebagai hadiah utama.

Bupati Beltim sekaligus Ketua Yayasan Kelenteng Fuk Tet Che Kelapa Kampit, Kamarudin Muten mengatakan kemeriahan tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran masyarakat dari luar daerah juga semakin banyak.

“Dari Jakarta banyak, dari Pontianak banyak. Palembang, Bangka dan daerah lainnya juga banyak yang hadir,” ungkap Kamarudin.

Menurutnya, tingginya kunjungan tersebut tidak hanya membuat kegiatan semakin semarak. Perputaran ekonomi masyarakat juga ikut bergerak.

“Ini sangat berdampak ke ekonomi. UMKM jalan, makan-makan gratis, semua dapat hadiah,” kata Kamarudin.

Kamarudin mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Beltim ingin mendorong kegiatan Chit Nyet Pan Kelapa Kampit agar berkembang lebih besar. Mantan Dirut PT SMA ini bahkan menargetkan kegiatan tersebut dapat masuk dalam agenda berskala nasional pada tahun mendatang.

“Saya akan tingkatkan jadi tingkat nasional nanti. Tahun depan saya sudah minta Dinas Pariwisata untuk berkomunikasi dengan kementerian supaya bisa diagendakan untuk nasional,” harapnya.

Kemeriahan malam resepsi tidak terlepas dari tradisi Chit Nyet Pan yang setiap tahun dilaksanakan masyarakat Kelapa Kampit. Namun, meningkatnya jumlah pengunjung dari luar daerah menunjukkan kegiatan tersebut memiliki potensi lebih besar sebagai daya tarik budaya dan pariwisata.

Kamarudin mengatakan penyelenggaraan kegiatan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Nilai sumbangan yang terkumpul mencapai sekitar Rp500 juta. Selain untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, bantuan tersebut juga diwujudkan dalam pembagian beras yang jumlahnya mencapai sekitar 15 ton kepada masyarakat.

“Ini murni semua dari sumbangan,” ujarnya.

Bagi Kamarudin, semakin banyaknya masyarakat yang datang dari luar daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan Kelapa Kampit dan Kabupaten Beltim melalui kekayaan budaya yang dimiliki masyarakatnya.

Jika dikembangkan secara konsisten, Chit Nyet Pan tidak hanya menjadi agenda ritual tahunan. Kegiatan ini dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus menggerakkan pelaku UMKM, seni pertunjukan dan sektor ekonomi lainnya. 

Rizka, Puji Antusiasme Warga Kelapa Kampit

Salah satu penampil yang ikut menghidupkan suasana malam resepsi adalah Rizka Juwita Rahma. Penyanyi asal Tebing Tinggi, Medan, tersebut kembali tampil pada Chit Nyet Pan Kelapa Kampit pada tahun kedua ini.

Menariknya, meski dikenal sebagai penyanyi profesional yang membawakan lagu-lagu Mandarin, Rizka bukan berasal dari keturunan Tionghoa. Ia merupakan perempuan bersuku Jawa dan tampil mengenakan hijab.

Bagi Rizka, kemeriahan Chit Nyet Pan di Kelapa Kampit menjadi pengalaman yang berbeda. Ia bahkan menilai jumlah pengunjung tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Luar biasa. Tahun kemarin ramai, hari ini lebih ramai lagi. Luar biasa sekali,” ungkap Rizka.

Wanita berhijab ini mengaku belum pernah melihat kegiatan serupa dengan suasana sebesar yang dirasakannya di Kelapa Kampit.

“Kayaknya baru ini yang gede banget. Aku belum pernah lihat. Aku baru pernah ke sini dan di sini paling ramai,” ujarnya.

Rizka berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Semoga semakin sukses, jaya Belitung Timur, khususnya Kelapa Kampit,” harapnya.

Malam resepsi Chit Nyet Pan akhirnya tidak hanya menjadi ruang perayaan bagi masyarakat yang menjalankan tradisi. Ribuan orang yang hadir memperlihatkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang.

Di tengah kemeriahan itu, Kelapa Kampit menunjukkan bahwa tradisi yang dirawat dengan baik memiliki peluang untuk tumbuh menjadi kekuatan budaya, pariwisata dan ekonomi bagi Kabupaten Beltim.