Beranda / Berita / Detil Berita

Dua Tahun Tanpa Karnaval, Kreativitas Warga Warnai Karnaval Damar Berkreasi

27 Agt 2026, 09:55 WIB Feji
utama #KarnavalHUT81RI 43x dibaca

Bagikan

Damar, Diskominfo SP Beltim – Setelah dua tahun tanpa karnaval, warga Kecamatan Damar kembali turun ke jalan membawa beragam kreasi. Tahun ini, karnaval hadir dengan tema “Damar Berkreasi” sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (26/8/2026).

Dari anak-anak TK/PAUD hingga pelajar dan masyarakat umum, peserta membawa kreasi yang telah mereka siapkan untuk ditampilkan sepanjang jalur karnaval. Tidak sedikit karya dibuat dari bahan-bahan sederhana dan barang bekas yang diolah kembali menjadi bagian dari penampilan.

Kemeriahan karnaval tersebut disaksikan Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten bersama jajaran Forkopimcam Damar dan para kepala desa se-Kecamatan Damar.

Tahun ini terdapat enam peserta TK/PAUD, 11 peserta SD dan 12 peserta kategori umum yang diikuti peserta SMP, SMA serta masyarakat umum. Keterlibatan dari berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari kembalinya karnaval di Kecamatan Damar setelah dua tahun tidak digelar.

Karnaval tahun ini, panitia menyesuaikan rute berdasarkan kelompok peserta. Peserta TK/PAUD dan SD memulai perjalanan dari SDN 1 Damar di Desa Mengkubang menuju Lapangan Bola Atom di Desa Sukamandi.

Sementara kategori umum menempuh jalur yang lebih panjang, dimulai dari Lapangan Bola Poras di Desa Mengkubang dan berakhir di Lapangan Bola Sukma, Desa Sukamandi.

Antusiasme Warga Kembali Tumbuh

Camat Damar, Arief Firmansyah mengatakan karnaval tahun ini mulai dipersiapkan sejak Juli. Menurutnya, waktu persiapan yang relatif singkat tidak mengurangi antusiasme masyarakat setelah dua tahun kegiatan serupa tidak digelar.

“Alhamdulillah kalau melihat dari antusias masyarakat sangat tinggi. Tambah juga pesertanya, kalau kami lihat sedikit nambah. Kreativitas-kreativitasnya semakin meningkat dari masyarakat,” kata Arief.

Menurut Arief, tema yang dibawa tahun ini berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan. Hal tersebut juga menjadi pertimbangan panitia agar peserta dapat membuat kreasi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan tidak membutuhkan biaya besar.

“Rata-rata menarik, karena melihat dari tema kami, tema kami kan mengusung terkait masalah bagaimana kita menjaga lingkungan hidup, menjaga kebersihan dan lain-lain. Dengan situ kami juga untuk meringankan beban peserta, karena memanfaatkan sumber-sumber yang murah,” jelasnya.

Semangat mengikuti karnaval juga terlihat dari peserta yang datang dari wilayah paling ujung Kecamatan Damar. Salah satunya peserta SD Negeri 9 dari Aik Lanci, Desa Air Kelik, yang tetap ambil bagian dalam karnaval.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh peserta, khususnya sekolah yang jauh hadir seperti SD 9 Desa Aik Kelik. Saya kira, semangatnya sangat tinggi, karena dari jauh-jauh saja semangat mengikuti,” ujarnya.

Bagi Arief, karnaval tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai desa dan memperkuat silaturahmi.

“Semoga kreativitas dan inovasi masyarakat semakin ditingkatkan, karena tujuan utama juga memupuk silaturahmi antarwarga, di Kecamatan Damar khususnya,” harapnya.

Karya Sederhana, Pesan yang Beragam

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupdar) Beltim, Muhamad Yulhaidir mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam karnaval. Menurutnya, berbagai karya yang ditampilkan mampu menarik perhatian meski dibuat dengan anggaran yang tidak besar.

“Mereka memberikan apresiasi sebuah karya-karya yang memang secara budget juga tidak terlalu besar. Memanfaatkan dari barang-barang bekas yang mereka kelola. Dan hari-hari ini menjadi menarik buat menyampaikan aspirasi mereka kepada masyarakat, khususnya masyarakat Damar,” katanya.

Menurut Yulhaidir, kreasi yang dibawa peserta tidak hanya menjadi tontonan. Di dalamnya terdapat berbagai pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari koperasi, penguatan ekonomi kerakyatan, bercocok tanam hingga pemanfaatan pekarangan.

“Yang paling menarik sebetulnya yang saya lihat adalah narkoba. Karena narkoba juga menyampaikan selain dari semua terkomodir terkait dengan koperasi-koperasi, terkait juga dengan bagaimana penguatan ekonomi kerakyatan, bercocok tanam, dan segala macam, memanfaatkan pekarangan,” ujarnya.

Salah satu hal yang menurutnya penting adalah keberanian anak-anak menyampaikan pesan tentang tantangan yang dihadapi masyarakat. Pesan tersebut hadir di tengah karya-karya yang mereka tampilkan dalam karnaval.

“Terus yang paling penting adalah menyampaikan bagaimana tantangan ke depan dari semua narkoba juga disampaikan dari anak-anak sini. Dan ini luar biasa,” katanya.

Yulhaidir berharap kreativitas masyarakat Damar tidak berhenti pada karnaval kali ini. Menurutnya, karya yang ditampilkan peserta memiliki peluang untuk kembali dibawa ke tingkat kabupaten, sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk terus mengembangkan kreativitas mereka.

“Mudah-mudahan mereka bisa tampil nanti di tanggal 29 di Manggar. Harapan kita ke depan inovasinya akan jauh lebih menarik dengan kreativitas mereka. Ini wadah yang memang ruang yang untuk mereka mengembangkan kreativitas,” tutupnya.