Manggar, Diskominfo SP Beltim - Program pelatihan Injourney Hospitality House (IHH) resmi ditutup pada Jumat (28/08/26) setelah berlangsung selama tiga hari di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Penutupan program tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ikhwan Fahrozi yang mewakili Bupati Beltim, Kamarudin Muten. Kegiatan yang digelar di Auditorium Zahari MZ ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pelaku usaha yang berinteraksi langsung dengan wisatawan.
General Manager (GM) H.A.S. Hanandjoeddin International Airport, Tri Yudi Anshary mengatakan pelatihan IHH merupakan bentuk dukungan Injourney Airport terhadap pengembangan pariwisata di daerah. Pelatihan diberikan secara komprehensif kepada para pelaku usaha agar mampu menghadirkan pelayanan yang mencerminkan keramahan khas Indonesia sekaligus memenuhi standar pelayanan kelas dunia.
“Kami dari Injourney Airport melihat kegiatan Injourney Hospitality House ini sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata. Kami memberikan pelatihan yang komprehensif bagi para pelaku usaha agar dapat menghadirkan pelayanan dengan keramahan khas Indonesia menuju kelas dunia. Harapannya, wisatawan yang datang ke Belitung Timur dapat merasakan kehangatan dan keramahan Indonesia, merasa dihargai, serta memiliki keinginan untuk kembali lagi ke Belitung Timur,” ujar Tri Yudi.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat Belitung Timur. Ia menilai daerah ini memiliki banyak potensi yang dapat digali dan diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Ke depannya, impact dari kegiatan ini adalah pariwisata Belitung Timur terus meningkat dan perekonomian masyarakat juga ikut meningkat. Untuk itu, kami akan terus mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan para pelaku pariwisata, karena kita tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada kolaborasi yang kuat dan sinergi yang baik untuk mencapai kemajuan pariwisata di Belitung Timur,” katanya.
Tri Yudi menambahkan, program IHH dilaksanakan di berbagai daerah pariwisata yang memiliki jaringan bandara InJourney. Untuk Kabupaten Beltim, keberlanjutan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil evaluasi. Ia juga mendorong pemanfaatan trainer yang telah tersedia di daerah untuk mendukung kegiatan lanjutan.
Belajar Melayani Tamu Sesuai Standar
Bagi peserta dari BUMDes Mekar Jaya, Melly Loviani mengatakan pelatihan IHH memberikan pengalaman baru dalam memahami bagaimana memberikan pelayanan kepada tamu dengan lebih baik dan sesuai prosedur.
Selama ini, kata Melly, pelayanan kepada tamu masih dilakukan secara sederhana. Melalui pelatihan tersebut, ia baru memahami bahwa cara menerima dan melayani tamu memiliki tahapan serta standar yang perlu diterapkan.
“Selama ini kalau menerima tamu hanya sekadar menanyakan dari mana dan sebagainya. Setelah mengikuti pelatihan ini, ternyata cara menyambut dan melayani tamu yang baik itu ada caranya, termasuk bagaimana penerapannya dan waktu untuk memberikan pelayanan kepada tamu,” ungkap Melly.
Selain mendapatkan pengetahuan mengenai pelayanan, Melly juga memperoleh pengalaman dan relasi baru selama mengikuti pelatihan. Pertemuan dengan peserta dari komunitas maupun pelaku UMKM lainnya dinilainya dapat membuka peluang kerja sama di kemudian hari.
“Alhamdulillah banyak pengalaman yang didapat. Senang karena bisa mendapatkan pengalaman baru, kawan dan sahabat baru, serta memperluas silaturahmi. Di sini juga kami bisa mengenal komunitas dan UMKM lain, sehingga kalau suatu saat membutuhkan atau ingin bekerja sama, kami sudah memiliki kontak dan relasi,” ujarnya.
Melly berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di tempatnya dan kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan untuk menambah kapasitas para pelaku usaha.
Referensi untuk Kembangkan Produk UMKM
Sementara itu, peserta dari UMKM Desa Padang, Hapitah mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait pemasaran dan pengembangan usaha selama mengikuti pelatihan IHH.
Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan mengenai teknik pemasaran, tetapi juga memberikan pengalaman dalam memahami cara menarik minat pembeli. Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas usaha yang dijalankannya.
“Kami diajarkan cara pemasaran, tekniknya, dan mendapatkan banyak pengalaman tentang bagaimana menarik pembeli serta bagaimana marketing yang lebih baik. Jadi, pengalaman ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha UMKM agar ke depannya bisa lebih baik lagi,” kata Hapitah.
Hapitah juga merasa senang dapat bertemu dengan pelaku usaha lainnya. Produk yang diperkenalkan peserta selama pelatihan menjadi referensi baginya untuk mengembangkan dan menambah produk UMKM yang dimiliki.
“Saya sangat senang dan gembira karena mendapatkan banyak teman, kenalan baru, relasi, dan pengalaman. Saya juga bisa melihat produk-produk yang dijual teman-teman lain sebagai referensi untuk usaha saya sendiri. Mudah-mudahan setelah pelatihan ini produk saya bisa lebih diperbaiki, ada motivasi untuk menambah produk, dan ke depannya penjualan juga bisa meningkat,” harapnya.
Program IHH diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dapat diterapkan oleh para peserta dalam aktivitas usaha masing-masing. Peningkatan kualitas pelayanan, pemasaran, serta jejaring antarpelaku usaha menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pariwisata Kabupaten Beltim yang semakin kuat dan berkelanjutan.