Beranda / Berita / Detil Berita

Revolusi Mental Jadi Bekal Paskibraka untuk Berkontribusi bagi Masyarakat

11 Agt 2026, 10:42 WIB Ririn
utama #Paskibraka #Paskibraka Beltim 38x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) bukan sekadar tentang menjalankan tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Proses pendidikan dan pelatihan juga menjadi ruang untuk membangun pola pikir, rasa tanggung jawab, serta jiwa nasionalisme sebagai bekal generasi muda.

Hal tersebut menjadi bagian dari Diklat Paskibraka Tahun 2026 dengan tema pembekalan “Revolusi Mental Generasi Muda” yang memasuki hari keenam pelaksanaan di Ruang Pertemuan Hotel Oasis Manggar, pada Senin (10/8/26) malam. Dalam kegiatan tersebut, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Yeni Srihartati hadir mewakili Bupati Beltim, Kamarudin Muten sekaligus memberikan materi terkait revolusi mental kepada para peserta.

Yeni mengatakan, peserta Paskibraka merupakan bagian dari generasi muda yang menjadi modal penting dalam membangun bangsa dan negara ke depan. Karena itu, pembentukan kualitas generasi muda perlu dimulai dari perubahan pola pikir atau mindset yang positif.

“Harapan saya karena mereka ini generasi muda, mereka adalah modal kita untuk membangun bangsa dan negara yang lebih baik ke depannya. Basic-nya adalah revolusi mental, bagaimana mereka punya mindset yang positif dan menyadari bahwa mereka punya kemampuan sekaligus tanggung jawab untuk membuat bangsa dan negara kita jauh lebih baik,” jelasnya.

Menurut Yeni, proses pembentukan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka. Mereka juga diharapkan mampu melanjutkan semangat tersebut ketika menjadi Purna Paskibraka melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita berharap sebenarnya Paskibraka ini nanti bisa menjadi project based. Artinya, setelah mereka menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Paskibraka atau dalam kapasitas mereka sebagai Purna Paskibraka, mereka bisa punya proyek untuk kemaslahatan masyarakat kita,” harap Yeni.

Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Beltim, Suyat mengatakan pembekalan yang diberikan dalam Diklat Paskibraka menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta. 

“Melalui kegiatan ini kita memberikan pembekalan kepada para peserta, baik terkait bela negara, ideologi Pancasila maupun hal-hal yang berkaitan dengan jiwa nasionalisme. Harapannya, ilmu yang mereka dapatkan ini bisa menjadi bekal bagi mereka sebagai generasi muda,” ujar Sayut.

Memasuki hari keenam pelaksanaan, Suyat menyebut rangkaian Diklat Paskibraka sejauh ini berjalan dengan lancar tanpa kendala.

“Untuk setiap tahapan kegiatan sejauh ini tetap berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Harapannya para peserta Paskibraka dapat mengikuti seluruh rangkaian sampai pelaksanaan 17 Agustus nanti, sehingga tugas pengibaran bendera dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.