Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat upaya pemenuhan gizi anak, terutama bagi pelajar yang tinggal di wilayah kepulauan. Melalui Program Makanan Tambahan Bergizi (MTB), pemerintah memberikan tambahan asupan bergizi sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Program yang merupakan bagian dari program unggulan Bupati Beltim Kamarudin Muten, yakni Nyaman Sehat tersebut, menyasar anak-anak PAUD dan Sekolah Dasar (SD) di empat wilayah pulau, yakni Pulau Buku Limau, Pulau Long, Pulau Ketapang, dan Pulau Batu.
Sebanyak 148 anak menjadi penerima manfaat program yang telah dilaksanakan sejak 5 Januari 2026 dan direncanakan berlangsung hingga akhir tahun.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengatakan program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses distribusi pangan.
“Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan tambahan kepada anak-anak. Lebih dari itu, kami ingin memastikan anak-anak di wilayah pulau mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan berkembang dengan baik seperti anak-anak di wilayah daratan,” ungkap Kamarudin.
Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Beltim yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan membuat pemenuhan kebutuhan pangan bergizi menghadapi tantangan tersendiri. Keterbatasan akses dan distribusi dapat berdampak pada ketersediaan maupun harga sejumlah sumber pangan bergizi di wilayah pulau.
“Karena itu, pemerintah tidak ingin persoalan geografis menjadi hambatan bagi anak-anak untuk memperoleh asupan gizi yang memadai. Program MTB dirancang tidak hanya untuk memberikan makanan tambahan, tetapi juga membangun kebiasaan sehat pada anak dan keluarga,” kata Kamarudin.
Setiap paket terdiri atas satu butir telur ayam negeri rebus, satu kotak susu cair UHT plain berukuran 110 mililiter, serta satu bungkus makanan ringan atau biskuit kemasan kecil.
Pilihan tersebut sekaligus mengenalkan sumber protein dan asupan bergizi yang sederhana kepada anak-anak.
Bupati menjelaskan telur dan susu bukan sekadar makanan yang diberikan dalam program. Pemerintah ingin membangun kebiasaan agar anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan bergizi serta mendorong orang tua memahami pentingnya pemenuhan gizi dalam masa pertumbuhan.
“Kami ingin membangun kebiasaan. Anak-anak mengenal makanan yang bergizi dan orang tua juga semakin memahami bahwa pemenuhan gizi sejak usia dini sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan anak,” ujar Kamarudin.
Menurutnya, pemenuhan gizi anak memiliki kaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia. Anak yang sehat diharapkan memiliki kondisi fisik yang lebih baik sehingga dapat mengikuti proses belajar dan tumbuh secara optimal.
Karena itu, intervensi pemenuhan gizi sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang bagi daerah.
Bukan Sekadar Tambahan Makanan Namun Mampu Sekaligus Gerakkan Ekonomi Lokal
Program MTB saat ini menyasar 148 anak di empat wilayah kepulauan. Di Pulau Buku Limau, program diberikan kepada 84 siswa SD dan 15 anak PAUD. Sementara di Pulau Long terdapat 18 siswa, Pulau Ketapang 21 siswa, dan Pulau Batu 10 siswa.
Keterlibatan wilayah pulau menjadi salah satu kekuatan program ini. Pemerintah tidak hanya memberikan perhatian pada wilayah dengan akses yang relatif mudah, tetapi juga berupaya memastikan anak-anak di wilayah kepulauan memperoleh manfaat program.
Pelaksanaan program melibatkan DPMDPPKB, Tim Penggerak PPK, pemerintah kecamatan, dan desa, sekolah, serta penyedia lokal dan/atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Dengan mekanisme tersebut memungkinkan proses penyediaan dan distribusi makanan tambahan dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat dan potensi lokal,” lanjut Kamarudin.
Program MTB, menurut mantan kontraktor ini juga dirancang agar tidak berhenti pada persoalan pemenuhan gizi. Pemkab dan PKK Beltim berupaya menghubungkannya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Penyedia makanan tambahan berasal dari penyedia lokal di Kabupaten Beltim dan/atau BUMDes yang memiliki kemampuan menyediakan paket MTB sesuai kebutuhan program,” jelas Kamarudin.
Dengan demikian, kebutuhan makanan tambahan bagi anak dapat sekaligus menjadi peluang bagi masyarakat dan desa untuk terlibat dalam rantai pasok pangan.
“Kami juga ingin program ini memberikan dampak kepada masyarakat. Karena itu, sebisa mungkin rantai pasoknya melibatkan potensi lokal. Jadi bukan hanya anak yang mendapatkan manfaat dari sisi gizi, tetapi masyarakat dan desa juga ikut bergerak,” tambah Kamarudin.
Pendekatan tersebut membuat MTB memiliki dua sisi manfaat. Di satu sisi, program memberikan intervensi langsung terhadap pemenuhan gizi anak. Di sisi lain, program membuka ruang pemberdayaan ekonomi melalui keterlibatan penyedia lokal dan BUMDes.
Program MTB sejalan dengan cita-cita Pemkab Beltim untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia sejak usia dini.Pemerintah ingin memastikan kondisi geografis tidak menentukan kualitas kesempatan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang.
Pria yang akrab dipanggil Afa ini menyatakan keberhasilan program tidak hanya dilihat dari berapa banyak paket makanan yang tersalurkan. Lebih penting lagi, terdapat perubahan kebiasaan dan kesadaran mengenai pentingnya makanan bergizi di lingkungan keluarga.
“Harapannya tentu bukan hanya anak-anak menerima makanan tambahan. Kami ingin mereka tumbuh sehat, memiliki kebiasaan makan yang baik, dan orang tua semakin sadar terhadap pentingnya gizi. Ini bagian dari investasi kita untuk menyiapkan generasi Belitung Timur ke depan,” harap Kamarudin.
Melalui program tersebut, Pemkab Beltim berupaya mempersempit kesenjangan pemenuhan gizi antara anak-anak di wilayah daratan dan kepulauan. Intervensi yang dilakukan diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah desa, sekolah, keluarga, PKK, dan masyarakat.
“Pada akhirnya, MTB bukan sekadar tentang satu paket telur, susu, dan makanan tambahan. Program ini membawa pesan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau kecil, memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Kamarudin.