Beranda / Berita / Detil Berita

PLN dan Pos Indonesia Bantu UMKM Beltim Perluas Akses Pasar

11 Agt 2026, 22:05 WIB • Fauzi
utama #UMKM 83x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Sebanyak 30 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan HUB UMK Bangka Belitung mengikuti pelatihan penguatan supply chain dan perluasan akses pasar UMKM. Pelatihan digelar melalui kolaborasi HUB UMK Bangka Belitung bersama PT Pos Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti 20 UMK asal Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan 10 UMK dari Kabupaten Belitung. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Zahari MZ, Selasa (11/8/26) ini dibuka oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku UMK agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola rantai pasok dan memperluas pemasaran hingga ke luar daerah.

Pembina HUB UMK Bangka Belitung di bawah PT PLN Persero, Andika mengatakan kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk membantu pelaku UMK memperkuat rantai pasok sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

“Tujuan kita memang untuk memperkuat rantai pasok. Seperti judulnya, kita berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia. Harapannya pelaku UMKM, khususnya yang ada di Manggar, benar-benar bisa memperluas akses pasar mereka,” kata Andika.

Menurutnya, kegiatan serupa bukan pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya, pelatihan juga pernah digelar di Tanjungpandan dengan melibatkan UMK binaan PLN dari wilayah Belitung.

Pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Beltim, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan yang lebih merata kepada pelaku UMK di Pulau Belitung untuk memperoleh pembinaan dan penguatan kapasitas.

“Ini sebenarnya sudah rutin kita lakukan. Kemarin di Tanjungpandan kita juga melibatkan UMKM. Kali ini atas permintaan mereka, kita adakan di Manggar,” ungkapnya.

Andika menegaskan pembinaan terhadap UMK tidak berhenti setelah pelatihan selesai. HUB UMK juga melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung terhadap sejumlah mitra binaan.

Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan usaha, termasuk kondisi penjualan, kebutuhan pelaku usaha serta keberlanjutan pemanfaatan bantuan yang sebelumnya telah diberikan.

“Kita juga melakukan monitoring dan evaluasi. Kita berkunjung langsung ke UMKM untuk mengevaluasi bagaimana perkembangan produk mereka, apakah penjualan mengalami peningkatan atau penurunan,” jelas Andika.

Selain itu, pihaknya juga memastikan berbagai peralatan yang sebelumnya diberikan kepada UMK masih dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Peralatan yang pernah kita berikan juga kita tanyakan apakah masih dalam kondisi baik atau sudah mengalami kerusakan,” tambahnya.

Dorong UMKM Beltim Tembus Pasar Nasional

Sementara itu, Manajer Unit Pelayanan Pelanggan PLN Belitung, Handi Apriyandi mengatakan keterlibatan PLN dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pengembangan UMK di Pulau Belitung.

Menurutnya, penguatan UMK dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan PT Pos Indonesia sehingga pelaku usaha mendapatkan tambahan pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produknya.

“Ini bentuk komitmen kami dalam membangun UMKM di masyarakat, khususnya di Belitung. Kami berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan teman-teman dari PT Pos Indonesia agar UMKM bisa meningkatkan kapasitas dan daya saingnya,” kata Handi.

Handy mengatakan, sebanyak 30 mitra binaan PLN mengikuti pelatihan tersebut. Materi yang diberikan diharapkan dapat membuka wawasan pelaku UMK mengenai pengelolaan supply chain sekaligus strategi memperluas pasar.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan bersama PT Pos Indonesia, mereka mendapatkan pencerahan bagaimana mengatur supply chain dan bagaimana memperbesar pasar, khususnya ke tingkat nasional,” harapnya.

Menurut Handi, perluasan pasar menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMK. Ketergantungan terhadap pasar lokal membuat pelaku usaha perlu mencari alternatif pasar yang lebih luas agar produknya dapat berkembang.

“Jadi tidak hanya di sisi kepulauan saja. Harapannya mereka bisa bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Wabup Ingatkan UMK Jangan Turunkan Kualitas Produk

Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar menyambut baik kolaborasi antara PLN, PT Pos Indonesia dan pemerintah daerah dalam memperkuat UMK. Ia menyatakan UMK merupakan salah satu kekuatan penting dalam perekonomian sehingga harus terus didorong melalui pembinaan, pendampingan dan perluasan akses pasar.

“Ini suatu kolaborasi yang sangat baik. Kita menyambut baik karena program ini betul-betul langsung menyentuh UMKM,” kata Khairil.

Namun, menurutnya, upaya memperluas pasar harus dibarengi dengan konsistensi kualitas produk. Pelaku UMK tidak boleh mengurangi takaran maupun kualitas hanya karena ingin menekan biaya produksi.

Mantan Camat Dendang ini mencontohkan produk makanan dan minuman yang memiliki ukuran dan takaran tertentu. Pengurangan takaran secara sepihak dapat memengaruhi kualitas dan pada akhirnya menurunkan kepercayaan konsumen.

“Jangan sampai dalam pemasaran UMKM ini ada standar-standar khusus yang kemudian kita lalai. Misalnya kopi yang seharusnya tiga sendok menjadi satu setengah sendok. Jelas kualitasnya akan jauh menurun,” tegasnya.

Khairil mengatakan, kesederhanaan bukan menjadi persoalan selama produk yang ditawarkan memiliki rasa dan pelayanan yang baik.

“Bisa saja tempatnya sederhana, tetapi walaupun tidak berbintang, dari segi rasa dan pelayanan bisa bintang lima. Itu harapan kita,” harapnya.

Khairil menekankan pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh pelaku UMK harus diterapkan dan mendapat dukungan lanjutan dari pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait.

“Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan PLN. Apalagi ini program yang betul-betul langsung menyentuh UMKM,” ujarnya.

Khairil juga menekankan pentingnya kolaborasi karena Kabupaten Beltim bukan daerah lintasan, melainkan daerah tujuan. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha dan pemerintah daerah harus lebih kreatif dalam membuka akses pasar.

“Daerah kita ini bukan daerah lintasan, tetapi daerah tujuan. Karena itu kita harus lebih banyak berbuat, melihat, mendengar, kemudian berbuat untuk Belitung Timur yang lebih baik,” pungkasnya.