Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar aksi penanaman mangrove dan cemara laut di Pantai Kuale Tambak, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Jumat (31/07/26). Kegiatan ini mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang".
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, TNI/Polri, komunitas lingkungan, kelompok nelayan, pelajar SMA Negeri 1 Damar, pelajar SMP Negeri 1 Damar, serta anggota Saka Kalpataru Kwartir Cabang Beltim.
Selain melakukan penanaman mangrove dan cemara laut, kegiatan ini juga menjadi momentum membangun kesadaran bersama bahwa ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami dalam mengurangi abrasi, menjaga habitat biota pesisir, serta mengurangi dampak perubahan iklim.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengatakan menjaga kelestarian mangrove berarti menjaga masa depan generasi penerus. Menurutnya, pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam harus selalu diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan.
"Anak-anak kita, cucu kita, harus kita jaga. Kita boleh cari makan, tetapi jangan merusak lingkungan. Itu yang paling penting," kata Kamarudin.
Pada kesempatan tersebut Kamarudin turut menanam bibit mangrove dan cemara laut bersama peserta kegiatan. Ia berharap penanaman yang dilakukan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah berkelanjutan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami kerusakan.
Kamarudin juga meminta Dinas Lingkungan Hidup terus memperkuat upaya rehabilitasi kawasan pesisir, terutama pada wilayah yang terdampak abrasi maupun aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
"Saya minta Dinas Lingkungan Hidup terus bekerja supaya Belitung Timur tetap terjaga dengan baik. Kita semua juga punya tanggung jawab," ujar Kamarudin.
Pelibatan Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim, Zulfikar Arrlianda seizin Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Adlan Taufik menjelaskan bahwa pelaksanaan peringatan Hari Mangrove Sedunia sengaja melibatkan kalangan pelajar agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak usia dini.
Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari pelajar, anggota Saka Kalpataru, perangkat daerah, komunitas lingkungan, kelompok nelayan, serta unsur Forkopimda. Sebanyak 3.500 bibit mangrove disiapkan melalui kolaborasi bersama komunitas Akar Bakau dan Serikat Khalayak Lestari (SEKAR), yang sebagian besar telah ditanam sejak akhir Mei hingga Juli 2026.
"Peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini kami fokus melibatkan anak-anak sekolah dan komunitas. Mereka adalah generasi yang nantinya akan melanjutkan upaya pelestarian mangrove di Belitung Timur," jelas Zulfikar.
Menurut Zulfikar, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan komunitas yang selama ini aktif membibitkan, menanam, dan merawat mangrove.
"Yang paling utama bukan seremoni, tetapi penanamannya. Strateginya adalah memperkuat komunitas, memperbanyak penanaman bersama stakeholder, sekolah, dan masyarakat. Harapan kami semakin banyak pihak yang peduli karena masih banyak kawasan pesisir yang membutuhkan rehabilitasi," harap Zulfikar.
Ia menambahkan, keberadaan komunitas pembibit mangrove di Belitung Timur menjadi modal besar dalam menjaga keberlanjutan rehabilitasi kawasan pesisir, terutama menghadapi ancaman abrasi akibat gelombang pasang dan perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Sementara itu, Aktivis Lingkungan di Kabupaten Beltim, Yudi Amsoni mengatakan ancaman abrasi di pesisir Kabupaten Beltim sudah sangat nyata. Berdasarkan pengamatannya, kawasan Karang Semen di Pantai Tambak telah kehilangan sekitar 60 meter daratan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir akibat gelombang laut.
"Dalam sepuluh tahun terakhir, wilayah Karang Semen kehilangan sekitar 60 meter daratan akibat abrasi. Krisis iklim membuat permukaan air laut terus meningkat sehingga abrasi semakin sering terjadi. Karena itu mangrove menjadi benteng alami terbaik untuk menahan abrasi," ungkap Yudi Sengak sapaan akrabnya.
Menurut Yudi, rehabilitasi mangrove harus menjadi agenda jangka panjang yang dilakukan secara konsisten. Penambahan vegetasi mangrove menjadi salah satu solusi alami paling efektif untuk memperkuat pertahanan pesisir dari ancaman gelombang laut.
Yudi menjelaskan, tingkat keberhasilan penanaman mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit, tetapi juga metode penanaman yang tepat. Bibit mangrove memerlukan perlindungan berupa penahan gelombang agar tidak hanyut sebelum mampu tumbuh kuat.
"Penanaman di pesisir tidak mudah. Harus ada pelindung terlebih dahulu agar bibit tidak hanyut. Selain itu, penanaman harus dilakukan pada musim yang tepat. Kalau ditanam saat gelombang besar, baru beberapa jam saja bibit sudah hilang diterjang air," jelas Yudi.
Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Beltim berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian lingkungan sehingga kawasan pesisir Belitung Timur tetap lestari dan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.