Beranda / Berita / Detil Berita

Gerakan Ibu Hamil Sehat : Sinergi Pemerintah dan Keluarga Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Fisik serta Mental Ibu Hamil

29 Jul 2026, 16:40 WIB Wara
utama #Gerakan Ibu Hamil Sehat 30x dibaca

Bagikan

Gantung, DiskominfoSP Beltim – Status sebagai kabupaten yang belum terbebas dari tingginya angka permasalahan pada ibu bersalin menjadi latar belakang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) dalam melaksanakan Gerakan Ibu Hamil Sehat. Kegiatan ini diselenggarakan di Halaman Kantor Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, pada Rabu (29/7/2026). 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Dianita Fitriani hal lain yang menjadi fokus perhatian pemkab dalam gerakan ini adalah lonjakan angka permasalahan gizi dan anemia pada ibu hamil yang meningkat dari tahun sebelumnya.

“Kasusnya naik dua kali lipat dari tahun lalu. Oleh karena itu, kita ingin mengampanyekan bagaimana menjaga dan mendukung ibu-ibu hamil agar tetap sehat. Tentu saja, ibu hamil ini membutuhkan support system atau dukungan,” jelas wanita yang akrab disapa Dian ini. 

Seorang ibu hamil memerlukan dukungan dari keluarga, masyarakat sekitar, dan pemerintah melalui peran mereka masing-masing. Dian memaparkan beberapa tujuan dari Gerakan Ibu Hamil Sehat. Pertama, gerakan ini mengampanyekan perilaku hidup sehat, mulai dari konsumsi gizi seimbang, makanan bernutrisi, hingga  pemenuhan kebutuhan air putih yang cukup. 

“Selain makanan bergizi, ada suplemen tambahan yang wajib dikonsumsi. Ibu hamil harus minum tablet tambah darah setiap hari sebanyak 180 tablet sampai habis. Kemudian yang kedua, mereka harus melakukan pemeriksaan kehamilan. Standar perawatan kesehatan saat ini adalah minimal delapan kali pemeriksaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa ibu hamil harus rutin bertemu dengan tenaga kesehatan, termasuk dokter. Saat ini, dokter telah disiagakan di setiap puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas USG. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan tindakan lebih lanjut, pasien dapat langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). 

“Fasilitas ini memastikan kondisi ibu dan janin di dalam kandungan bertumbuh dengan baik. Jika ada permasalahan, risikonya bisa kita tangani dengan cepat. Selain itu, manajemen stres juga sangat penting untuk menjaga kesehatan mental ibu hamil. Isu kehamilan ini sebenarnya rentan terhadap masalah kesehatan mental;  ibu hamil cenderung mengalami kecemasan tinggi, depresi, putus asa, hingga kelelahan,” sambung Dian. 

Melalui gerakan ini, diharapkan ibu hamil mendapatkan dukungan yang optimal agar selalu bahagia dan aktif menjalani masa kehamilannya. Di sisi lain, para pendamping juga diharapkan teredukasi mengenai hal-hal yang harus dihindari oleh ibu hamil, seperti paparan asap rokok dan zat adiktif lainnya. 

Kelas Ibu Hamil: Bekal Ilmu dan Apresiasi dari Pemerintah 

Salah satu kegiatan yang dapat diikuti selama masa kehamilan adalah Kelas Ibu Hamil. Dalam program ini, tenaga kesehatan yang dibantu oleh kader posyandu akan memberikan informasi dan pengetahuan dasar, terutama yang tercantum di dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA/Buku Pink). 

Melalui kelas tersebut, para ibu diperkenalkan dengan fase kehamilan, tanda-tanda bahaya, tindakan darurat yang harus diambil, hingga penerapan gaya hidup sehat.  Tidak hanya mendapatkan ilmu, sepuluh ibu hamil yang dinyatakan lulus dari Kelas Ibu Hamil juga menerima sertifikat dan cenderamata yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Beltim, Khairil Anwar. 

Rina Rahmawati (23), salah satu ibu hamil yang menerima penghargaan tersebut, menuturkan bahwa dirinya telah menyelesaikan seluruh sesi Kelas Ibu Hamil dengan baik. Menurut Rina, kegiatan ini sangat positif karena memberikan pengetahuan baru dan mempermudah persiapan persalinan kelak. 

“Aktivitasnya sangat bagus untuk membantu ibu hamil agar persalinannya lancar, sekaligus membantu kami dalam merawat janin,” ungkap Rina. 

Wanita yang sedang menjalani kehamilan pertamanya ini mengaku mendapat banyak kemudahan untuk bergabung. Rina sangat rajin mengikuti setiap sesi dan menilai kehadiran pendamping juga tidak kalah penting dalam kegiatan tersebut. 

“Saya merasa sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan pemerintah. Untuk mengikuti kelas hamil ini, saya langsung dihubungi dan diajak oleh bidan desa,” pungkas warga Desa Batu Penyu ini.