Bupati, para tamu undangan dan petani saat selesai panen
Suasana saat selesai panen perdana
Saat Panen Padi di Danau Nujau
Bupati saat berfoto Keretak Sawah Nujau Hijau
Panen Perdana Agro Wisata Keretak Sawah Nujau Hijau, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa
26/Mar/2026, 19:44 WIB • Vishy
Gantung, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur ( Pemkab Beltim) melaksanakan panen perdana di kawasan Agro Wisata Keretak Sawah Nujau Hijau, Desa Gantung (Kawasan Sawah Danau Nujau), Kamis (26/03/26). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan kawasan pertanian terpadu yang dipadukan dengan konsep agrowisata berbasis potensi lokal.
Panen perdana ini merupakan hasil pengelolaan lahan pertanian seluas kurang lebih 1,8 hektare yang mulai ditanami sejak Desember 2025. Pengembangan kawasan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, serta dukungan dari berbagai pihak dalam mendorong ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain sebagai sentra produksi pertanian, kawasan ini juga diarahkan menjadi ruang edukasi dan rekreasi, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta memperkenalkan potensi desa kepada khalayak luas.
Ketua Gapoktan Danau Nujau, Lizar Susanto menyampaikan bahwa hasil panen perdana menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya, yakni mencapai 8 hingga 10 ton gabah.
“Untuk hasilnya sangat meningkat dibanding sebelumnya dan didukung oleh kondisi pertumbuhan tanaman yang cukup baik serta penggunaan varietas padi unggul,” ujarnya.
Namun demikian, terdapat kendala yang masih dihadapi, terutama terkait kualitas air irigasi yang berasal dari bekas area tambang dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi.
“Kendalanya kita cuma di air. Karena ini bekas limbah tambang, tingkat keasamannya tinggi dan itu berpengaruh terhadap produktivitas di lapangan,” jelasnya.
Adapun jenis padi yang dibudidayakan adalah varietas Inpari 32 dengan usia panen sekitar 115 hari setelah tanam. Ke depan, Gapoktan berharap pola tanam dapat terus ditingkatkan untuk mendukung produktivitas yang lebih optimal.
“Harapan kami, ke depannya bisa lebih maju lagi, dan rotasi tanam dalam satu tahun bisa meningkat dari dua kali menjadi tiga kali,” pungkas Lizar.