Peninjauan Sapi
Penyambutan Tari Selamat Datang
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Membaca Do’a
Sambutan Bupati Belitung Timur
Kepala Desa Air Kelik
Peninjauan Sapi
Penyerahan Simbolis
Penyerahan Beras
Foto Bersama
Perguliran Bantuan Sapi 2026, Pemkab Beltim Dorong Kemandirian Peternak Rakyat
06/Feb/2026, 19:23 WIB • Jionda
Damar, Diskominfo SP Beltim — Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan peternakan rakyat melalui penyerahan perguliran bantuan ternak sapi Tahun 2026. Program ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam mendorong keberlanjutan usaha peternakan sekaligus memperluas manfaat pengembangan sapi di wilayah Belitung Timur (Beltim).
Pada kegiatan yang berlangsung di Kandang Kelompok Tunas Mekar Abadi Desa Air Kelik pada Kanis (5/2/26), pemerintah daerah menyerahkan 10 ekor sapi hasil perguliran dari Kelompok Karya Bakti Desa Balok dan Kelompok Jurai Sekaput Desa Buding kepada Kelompok Tunas Mekar Abadi Desa Aik Kelik. Perguliran ini bertujuan agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara bergilir oleh kelompok peternak di berbagai desa.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kelompok peternak yang telah berhasil mengelola ternak dengan baik hingga siap digulirkan kembali. Ia menegaskan bahwa program perguliran ini membuktikan pengelolaan ternak berjalan sesuai tujuan.
“Sebanyak 10 ekor sapi yang diserahkan hari ini merupakan hasil perguliran dari kelompok sebelumnya. Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan ternak rakyat di Belitung Timur berjalan sesuai tujuan,” ujar Kamarudin.
Bupati menegaskan, sapi yang diserahkan merupakan amanah yang harus dikelola sesuai ketentuan. Ternak tersebut tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan dan harus dikembangkan populasinya.
“Sapi ini harus dijaga kesehatannya, dikembangkan populasinya, dan nantinya kembali digulirkan kepada kelompok lain,” tegas Kamarudin.
Sementara itu Kepala Desa Aik Kelik Suhardi berharap program ini dapat terus berlanjut dan berkembang. Menurutnya, Desa Aik Kelik memiliki potensi lahan dan pakan yang cukup untuk mendukung pengembangan peternakan sapi.
Ia menyebutkan, selama ini kebutuhan sapi di Desa Air Kelik masih bergantung dari luar daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti IdulFitri dan IdulAdha. Untuk kebutuhan daging beku saja membutuhkan sekitar setengah ton, sementara saat Idul Adha kebutuhan sapi bisa mencapai lima hingga enam ekor.
“Melalui program ini, kami berharap ke depan minimal kebutuhan desa sendiri bisa terpenuhi,” ujar Suhardi.
Pemerintah daerah juga mendorong agar apabila terdapat kendala di lapangan, baik terkait pakan, kesehatan ternak, maupun pengelolaan kelompok, dapat segera disampaikan melalui kecamatan dan dinas terkait untuk dicarikan solusi bersama.