Beranda / Berita / Detil Berita

Jelang Ramadan dan Lebaran TPID Beltim Lakukan Langkah Pengendalian Inflasi Daerah

06/Feb/2026, 23:12 WIB • Wara

utama #High Leche Meeting TIPD #Pengendalian Inflasi Daerah 👁️ 16x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memiliki beberapa agenda dalam rangka pengendalian inflasi jelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Beltim, Tri Astuti Ramadhani Haliza saat melaksanakan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Persiapan Menghadapi Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Ruang Rapat Bupati, Jumat (06/02/2025)

Tri mengatakan rangkaian kegiatan yang dilakukan masih sama seperti tahun lalu. Berdasarkan arahan dari pemerintah pusat Operasi Pasar Murah (OPM) wajib dilaksanakan tiap daerah di Indonesia. Menjelang ramadan, pada Jumat (13/02/2026) mendatang pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan diadakan serentak di kabupaten/kota dan provinsi, khusus untuk Kabupaten Beltim akan diadakan di Kecamatan Manggar.

“Untuk enam kecamatan lainnya akan diadakan OPM serentak di tanggal 18 Februari, sedangkan menjelang Idulfitri nanti kita akan melaksanakan OPM serentak kembali pada tanggal empat Maret, pelaksanaan OPM totalnya 14 kegiatan ditambah satu kali Operasi pasar daging beku” ucap Tri.

Agenda lain yang menjadi perhatian TPID menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri adalah melaksanakan sidak gas bersubsidi yang rutin digelar harian dan sidak pasar, pemantauan harga rutin dilaksanakan untuk melihat komoditas apa saja yang mengalami fluktuasi harga.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantuan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dari Januari hingga 5 Februari 2026 harga komoditas sebagian besar masih stabil, tapi terdapat dua komoditas dengan fluktuasi yang cepat yakni cabai dan bawang merah.

“Karena hal ini dua komoditas tersebut akan menjadi komoditas unggulan pada saat pasar murah, kami dari TPID akan terus berkoordinasi dengan distributor maupun dengan petani lokal untuk pasar murah, akan kita utamakan untuk produk cabai dan bawang merah,” sambungnya.

Selain itu, untuk Komoditas yang lain yang akan dijual di OPM diantaranya beras SPHP, Minyakkita, telur ayam, komoditas hortikultura, ikan segar di beberapa kecamatan, serta produk lokal dan UMKM. Kebutuhan beras SPHP pada OPM menjelang Ramadan di angka 14,5 ton dan Minyakkita di 250 karton. Sementara itu ketersediaan beras dari Badan Urusan Logisti (Bulog) dan Minyakkita dari PT. Steelindo Wahana Perkasa (PT. SWP) dipastikan aman, begitupun bahan baku lainnya juga dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Hari Raya Idulfitri nanti. 

“Yang harus dilakukan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri ini yang pertama adalah belanja bijak, sesuai dengan kebutuhan kemudian, pilihlah barang dengan kualitas yang sama namun dengan harga yang lebih murah. Pada hakekatnya dengan membeli barang yang mahal akan memicu kenaikan harga,” ucap Tri.

Antisipasi Kenaikan Harga 

Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi menjelang Idulfitri pada 2025 yang lalu ada beberapa kenaikan harga yang melonjak cukup signifikan salah satunya adalah harga daging sapi di Pasar LIpat Kajang. Menanggapi hal ini Tri menangatakan akan melaksanakan opearsi daging beku sebagai pengganti dari daging sapi segar.

“Tidak menutup kemungkinan jika peminat untuk daging sapi segarnya masih banyak kami dari TPID akan mulai menyusun mekanisme lainnya dengan mendatangkan daging sapi hidup untuk membantu masyarakat yang ingin mengkonsumsi daging sapi segar,” pungkas Tri.

Sementara itu Bupati Beltim Kamarudin Muten menekankan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian yakni meminta dukungan nyata dari Bank Indonesia, khususnya dalam fasilitasi distribusi pangan, terutama untuk pengiriman daging sapi beku dari Bekasi dan sapi hidup dari Bangka. Karena dengan adanya dukungan ini, harga dapat ditekan dan masyarakat memperoleh harga yang lebih terjangkau.

“Saya juga meminta PT. Pertamina beserta seluruh jajarannya untuk benar-benar menjaga distribusi dan ketersediaan LPG 3 Kg. Saya berharap Bulog tidak hanya berperan sebagai distributor, tetapi juga sebagai mitra distribusi bagi komoditas strategis, sehingga pasokan tetap terjaga dan harga di tingkat konsumen dapat dikendalikan,” ucap Bupati.

Kamarudin berharap kita dapat menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi yang nyata, terukur, dan dapat segera diimplementasikan di lapangan.

“Yang terpenting, seluruh langkah yang kita ambil harus bermuara pada kepentingan masyarakat, agar Ramadan dapat dijalani dengan tenang dan Hari Raya Idulfitri dirayakan dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.