Beranda / Berita / Detil Berita

Pantai Nyiur Melambai Disorot, Disbudpar Beltim Siapkan Pembenahan

01/Apr/2026, 11:44 WIB • Atha

opd #Pariwisata #Pantai 👁️ 12x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim — Perbincangan publik terkait kondisi Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Kecamatan Manggar yang dinilai mengalami penurunan dari sisi kebersihan, fasilitas, hingga aktivitas wisata, mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur (Beltim). 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim, Muhamad Yulhaidir menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan tidak menutup mata atas kondisi yang terjadi di lapangan. Ia mengakui bahwa kondisi Pantai Nyiur Melambai saat ini memang memerlukan perhatian, tidak hanya dari sisi kebersihan, tetapi juga tata kelola destinasi secara menyeluruh.

“Ini bukan hanya soal sampah semata, tetapi bagaimana kita membangun sistem pengelolaan destinasi yang lebih baik. Kami tidak ingin penanganan ini hanya bersifat sesaat, melainkan harus ada pola pengelolaan kebersihan dan sampah yang permanen dan berkelanjutan,” ujar Yulhaidir saat diwawancarai, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pengelolaan kawasan Pantai Nyiur Melambai memerlukan kolaborasi lintas pihak, mengingat adanya keterlibatan berbagai unsur dengan kepemilikan aset yang berbeda. Selain merupakan bagian dari wilayah desa, di kawasan tersebut juga terdapat aset milik pemerintah daerah, OPD teknis tertentu, hingga kelompok masyarakat seperti kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang perlu dikelola secara bersama-sama.

Selain pembenahan dari sisi kebersihan dan tata kelola, Yulhaidir juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam pengelolaan destinasi. Hal ini dilakukan melalui peningkatan peran pokdarwis dan pengelola lokal agar memiliki standar pelayanan, kebersihan, serta pengelolaan destinasi yang lebih baik dan terarah.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali aktivitas di kawasan Pantai Nyiur Melambai melalui aktivasi event dan penguatan ekonomi wisata.

“Kita ingin menghidupkan kembali destinasi ini melalui event dan aktivitas ekonomi wisata. Nanti akan kita data kegiatan-kegiatan OPD yang memungkinkan untuk dilaksanakan di kawasan wisata, sehingga Pantai Nyiur Melambai kembali ramai dan terawat,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan aktivitas wisata juga tidak terlepas dari kondisi ekonomi nasional yang turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, strategi penguatan wisata lokal menjadi salah satu fokus yang akan didorong ke depan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan destinasi wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami juga mengajak masyarakat dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga Pantai Nyiur Melambai. Pariwisata ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Yuli Arwena menjelaskan bahwa kondisi kebersihan di kawasan Pantai Nyiur Melambai juga dipengaruhi oleh adanya penyesuaian jumlah tenaga kebersihan. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat petugas yang secara khusus menangani kebersihan kawasan, namun seiring adanya rasionalisasi, jumlah tersebut mengalami pengurangan. 

Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah teknis untuk menjaga kebersihan kawasan secara berkala.

“Kami sudah merencanakan kegiatan rutin seperti Jumat Bersih yang melibatkan OPD, pemerintah desa, dan masyarakat. Ini akan dilakukan secara berkala agar kebersihan kawasan tetap terjaga,” ungkapnya.

Selain itu, Yuli juga menyoroti pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas yang ada di kawasan wisata.

“Kita juga melihat bahwa rasa memiliki terhadap fasilitas masih perlu ditingkatkan. Karena setiap ada kegiatan, seringkali ada fasilitas yang kembali rusak, sehingga ini menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa ke depan, kegiatan gotong royong akan dijadwalkan secara lebih terstruktur dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga penanganan kebersihan tidak hanya dilakukan sesekali, melainkan berjalan secara rutin dan berkelanjutan.