FLS3N Lomba Musik Tradisional
FLS3N Lomba Ansambel
FLS3N Lomba Ilustrasi
FLS3N Lomba Menulis Cerita
FLS3N Lomba Musik Tradisional
FLS3N Lomba Pantomim
FLS3N Lomba Tari Kreasi
FLS3N Lomba Menyanyi Solo
FLS3N Lomba Mendongeng
Alvian, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Beltim saat diwawancara DiskominfoSP
Islaludin, Ketua Panitia FLS3N saat diwawancarai DiskominfoSP
Ratusan Pelajar SMP/MTs Beltim Tampilkan Bakat di Ajang FLS3N 2026
13/Mei/2026, 20:34 WIB • Feji
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP/MTs tingkat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Tahun 2026 berlangsung meriah, seru dan menjadi wadah pengembangan minat serta bakat siswa di bidang seni dan sastra, Rabu (13/05/26).
Pelaksanaan lomba tahun ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Kantor Dinas Pendidikan Beltim dan Auditorium Zahari MZ Manggar. Berbagai cabang lomba diikuti peserta dari satuan pendidikan jenjang SMP dan MTs se-Kabupaten Beltim.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Beltim, Alvian mengatakan pelaksanaan FLS3N hingga hari kedua berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari sekolah-sekolah peserta.
“Alhamdulillah pelaksanaan FLS3N jenjang SMP/MTs tingkat Kabupaten sampai hari kedua ini berjalan lancar. Hari pertama kemarin sudah dilaksanakan empat cabang lomba dan sudah mendapatkan para pemenang, sementara hari ini beberapa cabang juga masih berproses,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi peserta didik.
“Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh satuan pendidikan jenjang SMP dan MTs yang sudah berpartisipasi sebagai ajang pembuktian minat dan bakat anak-anak kita di bidang seni dan sastra,” katanya.
Menurut Alvian, peserta yang berhasil meraih juara pertama nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti FLS3N tingkat Provinsi.
“Harapan kami, bagi mereka yang berhasil menjadi juara pertama dapat terus meningkatkan kemampuan untuk berkompetisi di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Ia juga mendorong seluruh sekolah agar pada pelaksanaan FLS3N tahun berikutnya dapat mengirimkan peserta di seluruh cabang lomba yang dipertandingkan.
“Kami berharap ke depan semua sekolah bisa mengikutsertakan peserta didiknya pada seluruh cabang lomba. Memang kami memahami ada kendala pendanaan, namun ketika ada kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua, saya rasa hal itu bisa diselesaikan bersama,” jelasnya.
Menurutnya, sangat disayangkan apabila potensi siswa yang berbakat di bidang seni dan sastra tidak mendapatkan kesempatan untuk tampil dan berkembang.
“FLS3N ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi sekolah dan juga menjadi bagian dari manajemen talenta peserta didik karena prestasi mereka nantinya akan terdata di pusat prestasi nasional,” tambahnya.
Delapan Cabang Lomba Diikuti 212 Peserta
Sementara itu, Ketua Panitia FLS3N SMP/MTs Kabupaten Beltim, Islaludin mengatakan jumlah peserta yang terdaftar pada pusat prestasi nasional sebanyak 212 peserta yang mengikuti delapan cabang lomba, terdiri dari empat cabang beregu dan empat cabang perorangan.
Untuk cabang perorangan, lomba mendongeng diikuti 25 peserta, menulis cerita sebanyak 25 peserta, menyanyi solo 32 peserta dan ilustrasi diikuti 13 peserta.
Sementara untuk cabang beregu, lomba tari kreasi diikuti tujuh regu dengan total 35 peserta, kreativitas musik tradisional diikuti tujuh regu dengan total 35 peserta, ansambel diikuti tujuh regu dengan total 21 peserta dan pantomim diikuti 13 regu dengan total 26 peserta.
Menurut Islaludin, tantangan terbesar dalam pelaksanaan FLS3N berada pada cabang lomba beregu yang membutuhkan biaya cukup besar, terutama untuk pelatih dari luar sekolah.
“Tantangan terbesar ada pada lomba beregu seperti musik tradisional dan tari kreasi karena sekolah membutuhkan pelatih dari luar sehingga memerlukan biaya yang cukup besar,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan FLS3N tingkat provinsi maupun nasional ke depan dapat kembali dilaksanakan secara luring agar peserta lebih maksimal dalam menunjukkan kemampuan mereka.
“Kami berharap ke depan pelaksanaan FLS3N tingkat provinsi bisa kembali dilaksanakan secara langsung. Untuk anak-anak kami berharap terus giat mengembangkan diri khususnya di bidang seni dan sastra, sementara sekolah saya berharap dapat terus membina guru agar lebih kreatif dalam mengembangkan bakat peserta didik,” pungkasnya.