Bupati saat di spot foto Keretak Sawah Nujau Hijau
Bupati dan Kades Gantung saat meninjau Keretak Sawah Nujau Hijau
Camat dan Kepala Penyuluh Pertanian Gantung saat berfoto di Keretak Sawah Nujau Hijau
-4
Para pengunjung saat menabadikan foto di Keretak Sawah Nujau Hijau
Keretak Sawah Nujau Hijau, Dari Lahan Tidur Menjadi Destinasi Edukasi & Wisata
26/Mar/2026, 18:35 WIB • Fauzi
Gantung, Diskominfo SP Beltim – Hamparan padi hijau menguning membentang di kawasan Keretak Sawah Danau Nujau, Desa Gantung Kecamatan Gantung. Di antara semilir angin dan gemericik air sawah, kawasan yang dulunya merupakan lahan tidur kini berubah menjadi salah satu agrowisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat nilai edukasi.
Di atas lahan seluas 1,8 hektare, Agrowisata Keretak Nujau Hijau hadir sebagai bagian dari upaya desa dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus membuka peluang wisata berbasis pertanian. Sudah banyak pengunjung, baik dari Kecamatan Gantung maupun sekitar yang mengabadikan keindahan tempat ini sekedar untuk berswafoto ataupun mengunggahnya ke media sosial.
Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi mengungkapkan bahwa kawasan ini merupakan bagian kecil dari total ratusan hektare lahan sawah di wilayah tersebut yang sebelumnya belum tergarap optimal.
“Awalnya ini lahan tidur, belum dimanfaatkan. Melalui dana desa dan kolaborasi dengan kelompok tani, kami upayakan lahan ini bisa hidup dan produktif,” ungkap Arief kepada Diskominfo SP, usai Panen Perdana Argo Wisata Keretak Sawah Nujau Hijau Desa Gantung, Kamis (26/3/26).
Menurut Arief, pengembangan kawasan ini tidak berhenti pada produksi padi semata. Pemerintah Desa Gantung juga mendorong agar sawah menjadi ruang terbuka yang bisa dinikmati masyarakat luas, sekaligus menjadi sarana pembelajaran.
“Ini bukan hanya soal hasil panen, tapi juga bagaimana kita mengenalkan ke masyarakat proses bertani. Nanti akan ada papan informasi, dari cara tanam sampai panen, jadi anak-anak dan pengunjung bisa belajar langsung di sini,” jelas Arief.
Konsep edukasi tersebut bahkan akan dikembangkan lebih jauh. Pemerintah Desa Gantung berencana menyusun paket wisata edukasi pertanian. Edukasi ini akkan menyasar sekolah dan komunitas, mulai dari pengalaman menanam hingga panen padi.
“Insyaallah mulai 2027 nanti kita susun paket edukasinya. Jadi pengunjung tidak hanya melihat, tapi juga bisa ikut merasakan langsung proses bertani,” kata Arief.
Pengembangan Agrowisata Keretak Sawah Nujau Hijau sendiri dimulai sejak Desember 2025 dengan dukungan pendanaan desa sekitar Rp90 juta. Pengelolaannya dilakukan oleh kelompok tani setempat, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gantung.
Arief menyatakan, keterlibatan perangkat desa tidak hanya sebatas perencanaan, tetapi juga turut terjun langsung dalam proses pengelolaan.
“Kami tidak hanya menyuruh, tapi juga ikut merasakan langsung. Dari situ kami tahu bagaimana tantangannya, dan bagaimana cara mengembangkannya ke depan,” ujarnya.
Dengan konsep yang memadukan pertanian, edukasi, dan wisata, Agrowisata Kereta Sawah Nujau Hijau diharapkan menjadi wajah baru Desa Gantung. Sebuah ruang yang tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga pengalaman, pengetahuan, dan harapan bagi masa depan desa.