Kepala Dinas Pendidikan dan Kabid Pembinaan SD saat serahkan medali
Pembukaan O2SN Kecamatan Gantung
Dela Wahyudi saat serahkan medali
Andi usai penyerahan medali kepada pemenang
Andi Irawan saat diwawancara Diskominfo SP
O2SN Gantung Jadi Ruang Pembinaan Atlet Usia Dini, Antusiasme Masyarakat Menguat
28/Apr/2026, 07:45 WIB • Fauzi
Gantung, Diskominfo SP Beltim – Riuh tepuk tangan dan sorak semangat memenuhi kawasan Kolam Renang Selembat, Desa Lenggang, saat pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Gantung, Senin (27/4/26) pagi. Ratusan siswa, guru, hingga orang tua tampak memadati lokasi, menciptakan suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh harapan akan lahirnya bibit-bibit atlet masa depan.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, O2SN tahun ini menjadi ruang pembinaan atlet sejak usia dini. Hal ini ditegaskan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Amrizal melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Andi Irawan yang menyebut bahwa O2SN merupakan bagian dari sistem pembinaan berjenjang.
“Jadi O2SN ini berjenjang, dari sekolah, kecamatan, kabupaten hingga ke tingkat nasional. Ini bukan sekadar lomba, tapi proses pembinaan anak-anak sejak awal,” kata Andi kepada Diskominfo SP.
Andi mengungkapkan pada tahun 2026 ini terdapat lima cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni renang, atletik, bulu tangkis, pencak silat, dan senam. Meski jumlah cabang berkurang dari tahun sebelumnya, semangat peserta justru tidak surut.
Suasana pembukaan O2SN di Gantung menjadi gambaran nyata tingginya minat masyarakat terhadap olahraga. Area kolam renang dipenuhi penonton, bahkan sebagian harus memarkir kendaraan cukup jauh karena padatnya pengunjung.
“Antusiasme masyarakat tinggi. Tadi saat pembukaan saja penuh, bahkan parkir sampai meluber. Ini menunjukkan orang tua sekarang mulai melihat olahraga sebagai potensi anak,” ungkap Andi.
Menurutnya, tidak semua anak unggul di bidang akademik, namun olahraga membuka ruang prestasi lain yang tak kalah penting. Dengan adanya ajang seperti O2SN, anak-anak memiliki wadah untuk menyalurkan bakat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Di tengah perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan gadget, pembinaan olahraga menjadi tantangan tersendiri. Andi mengakui bahwa minat anak terhadap aktivitas fisik mulai tergerus, sehingga kegiatan seperti O2SN menjadi sangat penting.
“Dengan adanya event seperti ini, anak-anak punya tujuan. Mereka jadi semangat berlatih, bahkan punya mimpi untuk bisa sampai ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” ujar Andi.
Di tengah riuhnya sorak dukungan dan semangat para peserta, tersimpan harapan besar bahwa dari kolam sederhana di Gantung ini, akan lahir atlet-atlet masa depan yang membawa nama Belitung Timur ke panggung yang lebih luas.
Pembinaan Lebih Penting dari Sekadar Juara
Sementara itu, Camat Gantung, Dela Wahyudi, yang membuka langsung kegiatan tersebut menekankan bahwa O2SN di tingkat sekolah dasar bukan semata-mata tentang kemenangan.
“Perlu diingat, usia SD ini bukan untuk mencari prestasi semata. Ini fase anak-anak belajar bagaimana berlatih dengan baik dan benar. Jangan sampai mereka tidak mendapat medali, lalu dipaksa atau tidak didukung lagi,” tegas Dela.
Dela juga menambahkan bahwa peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk pola pikir anak agar menjadikan olahraga sebagai proses, bukan tekanan.
“Yang utama adalah pembinaan. Hasil itu mengikuti. Jangan dibandingkan dengan yang lain, tapi jadikan motivasi untuk berkembang ke depan,” lanjutnya.
O2SN Kecamatan Gantung diikuti oleh 254 peserta. 19 SD se-Kecamatan Gantung ambil bagian dalam ajang yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.
Pelaksanaan O2SN di Kecamatan Gantung menjadi langkah awal sebelum berlanjut ke tingkat kabupaten yang direncanakan pada awal Juni 2026. Dari ajang ini, para peserta terbaik akan diseleksi untuk mewakili daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Lebih dari itu, O2SN menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, sportivitas, dan daya juang.