Beranda / Berita / Detil Berita

Ratusan Warga Hadiri Selamat Laut Gusong Cine, 40 Tahun Tradisi Syukur Nelayan Batu Penyu Terus Terjaga

27/Apr/2026, 12:38 WIB • Fauzi

berita #Selamat Laut #Gusong Cine 👁️ 31x dibaca

Gantung, Diskominfo SP Beltim – Tradisi Selamat Laut di Gusong Cine, Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung kembali digelar meriah, Minggu (26/4/26) Pagi. Ratusan masyarakat dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Gantung hingga Tanjungpandan, tampak memadati kawasan pesisir untuk mengikuti rangkaian kegiatan adat tahunan tersebut.

Tradisi Selamat Laut di Gusong Cine menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih terjaga kuat di tengah perkembangan zaman. Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan budaya, spiritualitas, dan harapan masyarakat pesisir akan masa depan yang lebih baik. 

Di antara debur ombak dan doa yang dipanjatkan, tersimpan harapan sederhana masyarakat nelayan agar laut tetap bersahabat dan kehidupan terus berlanjut dengan penuh keberkahan. Sebagian warga bahkan telah datang sejak sehari sebelumnya dan memilih menginap atau “beranjuk” di kawasan Gusong Cine, menikmati suasana pantai sekaligus menantikan prosesi Selamat Laut yang menjadi puncak kegiatan.

Tradisi yang telah berlangsung sejak 40 tahun lalu ini merupakan rangkaian dari Maras Taun yang sebelumnya telah digelar, ditandai dengan prosesi adat serta hiburan rakyat seperti musik organ tunggal, becampak, hingga beripat yang berlangsung hingga malam hari.

Prosesi inti Selamat Laut ditandai dengan pembacaan doa oleh dua dukun kampung Desa Batu Penyu. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan agar masyarakat, khususnya para nelayan, senantiasa diberikan keselamatan serta hasil laut yang melimpah.

Suasana khidmat terasa saat doa dipanjatkan, berpadu dengan semilir angin laut dan deru ombak yang menjadi latar alami prosesi sakral tersebut. Selain itu, para nelayan juga diimbau untuk tidak melaut selama dua hari ke depan sebagai bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Meriah dan Tradisi Sarat Makna, Kebersamaan dan Harapan

Kemeriahan Selamat Laut tidak hanya terlihat dari jumlah kehadiran masyarakat, tetapi juga dari kebersamaan yang terjalin. Usai prosesi, para undangan dan masyarakat menikmati makan bedulang yang didominasi hasil laut khas Gusong Cine, seperti kepiting, udang, dan berbagai olahan ikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim M. Yulhaidir yang mewakili Bupati Beltim, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Heru Indramata, perwakilan Diskominfo SP Sony Aprianto, Camat Gantung Dela Wahyudi, Kepala Desa Batu Penyu Ahmad Syafei, Tenaga Ahli Bupati Sayono serta anggota DPRD Beltim Endriansyah.

Bupati Beltim Kamarudin Muten sendiri sedianya akan membuka kegiatan tersebut, namun berhalangan hadir karena penundaan penerbangan yang membawanya kembali ke Belitung.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M Yulhaidir disampaikan bahwa Selamat Laut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.

“Tradisi Selamat Laut ini merupakan budaya yang sarat makna, sebagai pengingat bagi kita untuk menjaga keseimbangan alam dan kelestarian laut sebagai sumber kehidupan,” kata Yulhaidir

Pemerintah Kabupaten Beltim juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana mempererat silaturahmi serta menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Batu Penyu senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran dalam mencari rezeki, serta semakin kuat dalam menjaga persatuan dan membangun desa yang lebih maju”, ujar Yulhaidir.

Anggota DPRD Beltim, Endriansyah yang turut hadir menilai Selamat Laut tidak hanya sebagai tradisi adat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata daerah.

“Ini sudah berjalan puluhan tahun, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat yang bergantung pada laut. Selain itu, ini juga budaya yang harus kita lestarikan karena mampu memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Beltim ini juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengembangkan Gusong Cine sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

“Kita berharap ke depan ada pengembangan dari sisi pariwisata, sehingga tradisi ini tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.