Manggar, Diskominfo SP Beltim – Karateka Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali mengharumkan nama daerah dengan meraih dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu pada ajang International Open Karate Championship ESA Unggul Cup 6 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, 17–19 Juli 2026.
Kejuaraan yang diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan India tersebut menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para karateka dari berbagai kategori usia dan kelas pertandingan.
Pada kejuaraan tersebut, Hafiz Juliandra, Gizan Sabyantara, dan Azka Fairuzia Aznur berhasil mempersembahkan medali emas pada nomor Kata Beregu Putra Universitas dan Senior Kata Beregu Putra Open. Selain itu, Gizan Sabyantara juga meraih medali perunggu pada nomor Senior Kata Perorangan Putra Open, sedangkan Rizky Ramdhan menyumbangkan medali perak pada nomor Pemula Kata Perorangan Putra Open.
Perjuangan Panjang di Balik Prestasi
Di balik raihan prestasi tersebut, para atlet mengaku harus melewati proses latihan yang panjang dan penuh pengorbanan.
Hafiz Juliandra mengatakan, perjalanan menuju podium juara dimulai sejak dirinya mengenal karate saat duduk di bangku sekolah dasar. Semangatnya untuk menjadi atlet terus tumbuh meski harus menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju tempat latihan setiap hari.
“Latihan tidak pernah instan. Saya dan ibu sering baru pulang tengah malam setelah latihan. Perjalanan jauh, ban bocor, sampai motor bermasalah pernah kami alami. Perjuangan itu yang selalu saya ingat setiap kali bertanding,” ungkapnya saat diwawancarai, Sabtu (25/7/2026).
Bagi Gizan Sabyantara, menjadi atlet berarti siap mengorbankan waktu dan tenaga demi menjalankan tanggung jawab. Rutinitas belajar di sekolah harus dilanjutkan dengan latihan hingga malam hari.
“Kami harus mengalahkan rasa malas. Pagi sampai sore belajar, sore sampai malam latihan, setelah itu masih mengerjakan tugas. Waktu bermain dengan teman tentu banyak yang dikorbankan,” ujarnya.
Sementara itu, Azka Fairuzia Aznur memiliki cerita berbeda. Ia sempat berhenti berlatih karate selama hampir empat tahun sebelum akhirnya memutuskan kembali ke dojo dan memulai semuanya dari awal.
“Saya sempat berhenti latihan karate hampir empat tahun. Saat kembali latihan, rasanya seperti mengulang dari awal lagi. Tapi saya ingin terus berkembang agar bisa bersaing lagi di pertandingan,” kata Azka.
Karateka termuda, Rizky Ramdhan, siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kelapa Kampit juga merasakan bahwa disiplin menjadi modal utama untuk meraih prestasi. Di tengah kesibukan sebagai pelajar, ia harus membagi waktu antara sekolah, latihan, dan waktu istirahat.
“Saya belajar kalau menjadi juara itu harus disiplin, kerja keras, dan tetap berdoa. Walaupun lelah latihan, saya ingin terus berkembang supaya bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” ujar Rizky.
Prestasi yang diraih pada ESA Unggul Cup 6 menjadi motivasi bagi para karateka FORKI Beltim untuk terus meningkatkan kemampuan. Hafiz, Gizan, dan Azka menargetkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi dengan meraih dua medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta tampil sebagai juara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Nusa Tenggara Timur–Nusa Tenggara Barat (NTT–NTB) tahun 2028.
Sementara itu, karateka muda Rizky Ramdhan menargetkan dapat lolos ke Tim Nasional Karate Indonesia pada 2027 sebagai langkah untuk mengembangkan prestasinya ke level yang lebih tinggi.
Keberhasilan para karateka FORKI Beltim ini sekaligus menambah daftar prestasi olahraga daerah di tingkat nasional dan internasional. Diharapkan capaian tersebut menjadi penyemangat bagi pembinaan atlet muda agar terus melahirkan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Kabupaten Beltim.