Bupati saat menjelaskan terkait pelabuhan kepada calon investor
Penjelasan Bupati Beltim kepada calon investor
Menjelaskan hitung-hitungan kepada calon Investor
Bupati Beltim menunjukkan lokasi luasan lahan KIAK Aik Kelik
Bupati Beltim saat meninjau pelabuhan
Foto bersama
Jajaki Investasi di KIAK, Grup Perusahaan Baja Tiongkok Lirik Beltim
21/Apr/2026, 22:00 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) terus mendorong masuknya investasi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Salah satunya melalui penjajakan investasi yang dilakukan bersama perusahaan asal Tiongkok, PT Jin Hai Stainless Steel Grup, Selasa (21/4/26).
Grup perusahaan ini berasal dari Guang Xi Wuzhou Tiongkok ini meninjau langsung Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK) yang berada di Desa Mayang dan Desa Aik Kelik, Kecamatan Kelapa Kampit. Perusahaan ini telah berpengalaman lebih dari 27 tahun di industri peleburan baja tahan karat ini
Rombongan yang berjumlah 10 orang dan dipimpin langsung oleh Mr. Wong. Rombongan tersebut tiba di Belitung dan langsung menuju lokasi KIAK serta Pelabuhan Tanjung Keluang untuk melihat potensi kawasan.
Di bawah terik matahari siang, rombongan tampak menyusuri area lahan sambil berdiskusi langsung dengan jajaran pemerintah daerah, sesekali menunjuk titik-titik strategis yang dinilai potensial, terutama di sekitar kawasan pelabuhan yang direncanakan menjadi akses utama distribusi industri.
KIAK sendiri merupakan kawasan yang diproyeksikan sebagai pusat industri melalui pengembangan PT Beltim Industrial Park (BIP) dengan luas mencapai 881,2 hektare. Jika rencana investasi ini terealisasi, ribuan tenaga kerja diperkirakan akan terserap, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Usai meninjau ke lapangan rombongan langsung menuju ke Kantor Bupati Beltim untuk mendapatkan pemaparan. Selama di Beltim rombongan didampingi oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten, Wakil Bupati Khairil Anwar, pimpinan OPD terkait, Kecamatan Kelapa Kampit serta Kepala Desa Aik Kelik.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengatakan bahwa penjajakan ini menjadi langkah awal untuk melihat kesesuaian kebutuhan industri dengan potensi yang dimiliki Beltim. Ia menjelaskan, salah satu hal utama yang menjadi perhatian investor adalah kesiapan infrastruktur, khususnya pelabuhan.
“Dia butuh pelabuhan dengan kedalaman minimal 18 sampai 20 meter, sementara yang ada saat ini sekitar 9 sampai 12 meter. Tadi kita sudah minta tim untuk segera survei lokasi yang paling memungkinkan,” ungkap Kamarudin.
Menurutnya, kebutuhan pelabuhan dalam menjadi penting karena perusahaan tersebut akan menggunakan kapal besar untuk distribusi hasil produksi, termasuk ekspor ke luar negeri seperti Australia. Selain pelabuhan, kebutuhan energi juga menjadi perhatian utama.
“Mereka juga berencana membangun PLTU. Dengan adanya listrik, industri akan lebih mudah masuk. Jadi pelabuhan dan listrik ini jadi kunci,” jelasnya.
Kemudahan Perizinan Jadi Daya Tarik
Kamarudin mengungkapkan, rencana investasi yang dijajaki tidak hanya sebatas pembangunan fasilitas dasar, tetapi juga industri pengolahan seperti stainless steel hingga produk turunan lainnya. Jika terealisasi, investasi ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Tadi mereka sampaikan bisa sampai sekitar 12 ribu tenaga kerja. Ini peluang besar bagi masyarakat Belitung Timur,” ungkap Kamarudin.
Mantan pengusaha konstruksi ini menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap rencana investasi tersebut, karena akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi daerah.
“Ini masa depan Beltim. Kalau investasi masuk, ada lapangan kerja, ada pajak, dan perputaran ekonomi akan hidup,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kamarudin juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan bagi investor, khususnya dalam hal perizinan. Menurutnya, faktor komunikasi dan keterbukaan menjadi salah satu alasan investor tertarik menjajaki peluang di Beltim.
“Kita terbuka untuk investasi. Selama itu memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, tentu akan kita dukung, termasuk dari sisi perizinan,” tegasnya.
Selain itu, besok hari juga akan dilakukan pengukuran kedalaman serta peninjauan lebih detail terkait kesiapan lahan di kawasan KIAK. Usai peninjauan lapangan, rombongan investor dijadwalkan melanjutkan pembahasan lebih lanjut di Jakarta setelah seluruh hasil survei dan kajian awal rampung dilakukan.
Pemkab Beltim berharap penjajakan ini dapat berlanjut ke tahap investasi konkret, sehingga kawasan industri yang selama ini direncanakan dapat segera terwujud dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah.