Beranda / Berita / Detil Berita

Bupati Beltim Tinjau Pelayanan KB Serentak Tahun 2026 di Pustu ILP Desa Padang

09/Feb/2026, 20:04 WIB • Vishy

utama #Pelayanan KB Serentak #Kesehatan #Pengendalian penduduk dan keluarga berencana 👁️ 22x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten melakukan peninjauan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Tahun 2026 yang dilaksanakan di Pustu ILP Desa Padang, Kecamatan Manggar, Senin (09/02/26). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional pelayanan KB yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Beltim.

Pelayanan KB Serentak Tahun 2026 menargetkan 295 akseptor se-Kabupaten Beltim untuk seluruh jenis alat dan metode kontrasepsi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, aman, serta sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ronny Setiawan menjelaskan bahwa Pelayanan KB Serentak dilaksanakan beberapa kali dalam setahun sebagai upaya menggerakkan partisipasi masyarakat dalam program KB.

“Pelayanan KB Serentak ini dilaksanakan sekitar empat kali dalam satu tahun, antara lain pada awal tahun, peringatan Hari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Hari Keluarga Nasional (Harganas), serta Hari Kontrasepsi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program KB nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada dasarnya pelayanan KB dapat diakses setiap saat di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, kegiatan serentak ini menjadi momentum untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Target Pelayanan KB Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Beltim sebanyak 295 akseptor untuk semua jenis KB. Peninjauan dilakukan di Pustu ILP Desa Padang, sementara pelayanannya dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan,” ujar Ronny.

Sementara itu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten dalam peninjauan tersebut menegaskan bahwa program KB memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan keluarga dan pengendalian penduduk. Menurutnya, keberhasilan program KB tidak hanya diukur dari capaian jumlah akseptor, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan sistem pemantauan yang berkelanjutan.

“Program KB ini merupakan program nasional yang harus kita dukung bersama. Yang terpenting adalah bagaimana ibu hamil dan akseptor KB dapat terpantau dengan baik melalui pelayanan kesehatan yang optimal,” ujar Kamarudin.

Ia juga menyoroti tentang pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Jadi pentingnya sistem pendataan dan identifikasi bagi ibu hamil agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Perlu ada identitas khusus, saya minta dipasang gelang yang ada chipnya agar ibu-ibu hamil bisa terpantau. Kadang ada yang enggan datang ke fasilitas kesehatan, maka peran bidan desa sangat penting untuk memantau dan melakukan kunjungan ke rumah,” tambah Kamarudin.

Melalui Pelayanan KB Serentak Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Beltim berharap dapat meningkatkan kualitas kesehatan keluarga serta mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Beltim.