Atlet drumband putri Beltim saat lomba
Pembukaan Kejurprov Drumband tahun 2025 di Pangkalpinang
Kejurprov drumband dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Parbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Wydia Kemala Sari
Ketua PDBI Provinsi Babel M. Haris saat memberi sambutan
Kontingen PDBI drumband Kabupaten Beltim saat pembukaan
Para atlet PDBI Kab. Beltim
Beltim Ikuti Kejuaraan Provinsi Drumband 2025
15/Des/2025, 21:20 WIB • Vera
Pangkalpinang, Diskominfo SP Beltim —Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) drumband 2025 yang berlangsung di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang, Minggu (14/12).
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Parbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Wydia Kemala Sari.
Dikatakan Wydia Kemala Sari kejuaraan ini dilaksanakan sebagai wadah pembibitan atlet berkarakter, gigih dan tangguh serta berdedikasi menuju Pekan Olahraga Provinsi 2026.
"Kegiatan ini selain kompetisi olahraga, juga sebagai wadah memperkuat nilai persaudaraan dan sportivitas antar peserta sekaligus ajang pencarian bibit unggul untuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON)," kata Wydia Kemala Sari dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut.
Momentum ini, ungkap Wydia, sangat penting untuk menumbuhkan semangat persaudaraan dan sportivitas di antara para atlet drum band se Provinsi Kepulauan Babel.
Disisi lain, Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Provinsi Kepulauan Bangka Babel M.Haris menilai kegiatan ini merupakan momentum memperkuat persaudaraan, sportivitas, serta menampilkan karakter, ketangguhan, disiplin, dan kebersamaan para atlet.
"PDBI Provinsi Babel konsisten melakukan pembinaan secara profesional dan berorientasi prestasi bagi atlet drumband," ujar M.Haris yang juga selaku Plt. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Babel ini.
Perlu diketahui, dalam Kejurprov tahun 2025 diikuti kabupaten/kota se-Babel kecuali Kabupaten Belitung yang tidak mengirimkan atletnya.