Beranda / Berita / Detil Berita

Wabup Tinjau SPBU Gantung, Penanganan Antrean BBM Terus Dipantau Selama Dua Pekan

14 Sep 2026, 13:32 WIB Feji
utama #SPBU #BBM 93x dibaca

Bagikan

Gantung, Diskominfo SP Beltim – Persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Belitung Timur (Beltim) terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Keseriusan mencari solusi atas persoalan tersebut ditunjukkan dengan peninjauan langsung ke SPBU Kecamatan Gantung oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar yang juga Ketua Satgas Pengawasan BBM, Senin (14/9/2026), sebagai tindak lanjut rapat koordinasi dan kesepakatan bersama pada Jumat (11/9/2026).

Dalam peninjauan itu, Khairil didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwan Fahrozi, Kepala Satpol PP Beltim Noviz Ezuar, Camat Gantung Dela Wahyudi, Kepala DPUPRP2RKP Idwan Fikri serta unsur TNI dan Polri.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi antrean sekaligus mencermati kebutuhan masyarakat yang menggunakan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Dari kondisi di lapangan, pemerintah daerah melihat perlunya pengaturan yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di SPBU.

Khairil mengatakan, langkah penyelesaian dalam waktu dekat perlu diawali dengan koordinasi karena persoalan BBM memiliki aturan khusus. Setiap kebijakan yang diambil juga perlu mempertimbangkan dampaknya agar tidak menimbulkan persoalan lain.

“Untuk solusi dalam waktu dekat, kita perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu. Kita tidak bisa langsung mengambil kebijakan terkait BBM karena ada aturan khusus yang harus kita ikuti. Setiap kebijakan yang diambil harus kita lihat dampaknya agar tidak menimbulkan persoalan lain,” kata Khairil.

Salah satu langkah yang sedang dikaji yakni pengaturan waktu pengisian BBM bagi masyarakat sesuai kebutuhan. Pengaturan ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan operasional sehari-hari sekaligus mengurangi antrean.

Menurut Khairil, kebutuhan masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas harian perlu menjadi perhatian, seperti mengantar anak, pergi ke pasar maupun kebutuhan lainnya. Di sisi lain, pembelian BBM oleh pengerit juga perlu diatur agar tidak semakin memperpanjang antrean.

“Dari apa yang kita lihat, memang perlu ada pengaturan waktu bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan operasional sehari-hari. Misalnya untuk mengantar anak, pergi ke pasar atau kebutuhan lainnya. Mereka tetap harus menjadi perhatian. Sementara untuk pengguna yang membeli BBM untuk dijual kembali, kita upayakan pengaturannya agar antrean bisa lebih terurai,” ujarnya.

Persoalan lain yang ikut menjadi pertimbangan adalah jumlah SPBU di Beltim yang masih terbatas. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan BBM, bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan beberapa liter.

“SPBU kita secara umum tidak banyak. Kalau masyarakat harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer hanya untuk membeli tiga atau empat liter BBM, tentu ini juga perlu kita lihat. Jadi kita harus mencari cara supaya kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, tetapi antrean di SPBU juga bisa kita urai,” katanya.

Untuk memastikan langkah yang diambil berjalan sesuai kondisi di lapangan, pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), kejaksaan dan kepolisian. Koordinasi ini diarahkan untuk melakukan pengawasan bersama melalui sidak terpadu.

“Setelah ini kita komunikasikan dengan APH, kejaksaan dan kepolisian. Kita upayakan ada sidak terpadu, kemudian kita evaluasi setelah berjalan sekitar dua minggu. Dari situ nanti kita lihat lagi langkah yang paling tepat untuk mengurai antrean BBM,” ujar Khairil.

Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Masih Mengular

Sementara itu, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, Rafli Alhaq mengatakan hasil peninjauan juga menemukan sejumlah hal yang berkaitan dengan pelayanan di SPBU Gantung.

“Untuk stok dan distribusi ke SPBU di Beltim, khususnya Gantung, kami pastikan aman. Tadi sudah dicek, stok tersedia lebih dari 13 KL. Sebelumnya memang ada keterlambatan pembukaan operasional karena SPBU baru mulai melayani sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah kita koordinasikan, disepakati selanjutnya SPBU dibuka pukul 06.00 WIB,” jelas Rafli.

Selain persoalan waktu operasional, Pertamina juga menemukan beberapa kendaraan yang perlu ditindaklanjuti karena terdapat ketidaksesuaian antara barcode dengan kondisi fisik kendaraan.

“Masih adanya antrean juga berkaitan dengan beberapa temuan kendaraan yang perlu kita tindaklanjuti. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara barcode dengan fisik kendaraan, tentu akan kita tindaklanjuti bersama SPBU,” ujarnya.

Di sisi lain, salah satu dispenser Pertalite di SPBU Gantung mengalami kerusakan dan saat ini masih dalam proses perbaikan. Dispenser itu diperkirakan dapat kembali beroperasi normal dalam waktu dua hari.

Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina juga menambah pasokan Pertalite ke SPBU di Beltim sesuai hasil rapat bersama pemerintah daerah.

“Untuk stok sudah kita tambah sesuai hasil rapat dengan Pak Bupati. Setiap pagi kita pastikan Pertalite tersedia dan cukup, bahkan lebih dari cukup. Khusus SPBU Gantung, saat ini kita rutin mengirimkan antara 16 hingga 24 KL,” katanya.