Beranda / Berita / Detil Berita

Tradisi Tambul Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Istiqomah Manggar

12 Sep 2026, 20:18 WIB Vishy
utama #Maulid Nabi 33x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M pada Jumat (11/09/26) malam di Masjid Al-Istiqomah Manggar berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Halaman Masjid tampak dipenuhi jamaah, dari orang tua hingga anak-anak juga hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Ketua DPRD Kabupaten Beltim, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Beltim, unsur Forkopimda, Forkopimcam, sejumlah pimpinan OPD di Kecamatan Manggar, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan lantunan sholawat yang dibawakan Grup Hadrah dan Majelis Taklim Al-Istiqomah. Setelah itu, tausiyah disampaikan oleh Ustaz K.H. Multazam Zakaria tentang Meneladani Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW. Suasana semakin khidmat saat jamaah bersama-sama mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hingga akhir.

Salah satu tradisi yang turut menjadi bagian dari kegiatan adalah pembagian tambul. Ketua Panitia Maulid Nabi Masjid Al-Istiqomah, Muhammad Husni mengatakan tradisi tambul di Masjid Al-Istiqomah telah berlangsung cukup lama dan setiap tahun terus dilaksanakan. Persiapannya melibatkan masyarakat melalui RT masing-masing, sehingga warga dapat ikut berpartisipasi dalam menyediakan tambul untuk dibagikan kepada jamaah dan para tamu.

“Bagi tambul ini sudah lama dilakukan. Dari setiap kegiatan Maulid, setiap tahun memang jadi tradisi. Suratnya disampaikan pada setiap RT untuk mengakomodir dan memberi tahu kepada warganya untuk menyiapkan tambul,” katanya saat diwawancarai tim Diskominfo SP Beltim.

Menurutnya, pada pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini, jumlah tambul yang disiapkan mencapai sekitar seribu lebih. Bahkan, jumlah tersebut sempat ditambah karena melihat antusiasme dan banyaknya jamaah serta tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Husni menjelaskan, tradisi tambul memiliki makna lebih dari sekadar pemberian bingkisan makanan kepada jamaah. Tambul diharapkan menjadi salah satu cara untuk memberikan semangat kepada masyarakat agar terus hadir dalam majelis Maulid dan mengambil hikmah dari peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Kita berharap memang mereka ini datang, bukan cuma sekadar untuk mendapatkan tambul. Sebetulnya, tambul ini sebagai penyemangat saja. Tapi yang jauh lebih pentingnya mungkin hikmah di balik Maulid ini, apa yang disampaikan Pak Ustaz tadi, itu bisa diambil hikmahnya bagi kita semua,” ujarnya.

Tradisi tersebut juga tidak hanya ditemukan di Masjid Al-Istiqomah. Menurut Husni, pembagian tambul merupakan tradisi yang juga dilakukan di sejumlah masjid di wilayah Manggar dalam pelaksanaan Maulid Nabi, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan keagamaan.

Persiapan tambul sendiri melibatkan warga, khususnya masyarakat Dusun Harapan dan Dusun Harapan Jaya yang berada dalam lingkup Masjid Al-Istiqomah. Warga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi melalui koordinasi RT, sementara panitia masjid mengoordinasikan pembagian agar dapat berlangsung secara merata. Dana yang digunakan berasal dari sukarela warga, donatur, dan didukung dari dana masjid.

Husni berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai bagian dari kebersamaan masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Mudah-mudahan ke depannya tradisi ini terus dilestarikan dan dapat berlanjut. Hikmah dan harapannya mudah-mudahan menjadi semangat pula dari bapak, ibu, jamaah semuanya tetap hadir di majelis Maulid, seperti yang Pak Ustaz sampaikan,” harapnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Istiqomah Manggar menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga tradisi kebersamaan masyarakat. Tradisi tambul yang terus dilestarikan diharapkan tidak berhenti pada pembagian bingkisan makanan, tetapi menjadi penyemangat agar masyarakat terus hadir dalam majelis keagamaan, mempererat silaturahmi, dan mengambil hikmah dari keteladanan Nabi Muhammad SAW.