Suasana kegiatan High Level Meeting TPID Kabupaten Beltim
Sambutan Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar
Sambutan Deputi Kepala Perwakilan BI, Rizky Ismail
Paparan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Harli Agusta
Paparan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Heru Indramarta
Wakil Komandan Yonif TP 845, Mayor Inf Yudha Arief Wiradika saat menyampaikan tanggapan
Paparan Plh. Kepala BPS, Syahroni
Paparan perwakilan Bulog
Staf Ahli Bupati, Pimpinan perangkat daerah, dan Camat menghadiri HLM TPID Kab. Beltim
Sesi foto bersama
Stok Aman, Harga Relatif Stabil Jelang Iduladha, TPID Beltim Perkuat Antisipasi Inflasi
25/Mei/2026, 20:33 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan energi di daerah masih dalam kondisi aman serta harga relatif stabil.
Hal tersebut mengemuka dalam High Level Meeting TPID Kabupaten Beltim bertema “Penguatan Sinergi TPID dalam Semangat Iduladha demi Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin (25/5/26) sore.
Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar. Hadir pula Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rizky Ismail, unsur Forkopimda, OPD terkait, Bulog, Pertamina, BPS, Perumdam Pelangi Timur hingga para camat se-Beltim.
Dalam rapat tersebut disampaikan, inflasi Kabupaten Beltim pada April 2026 tercatat sebesar 0,36 persen secara bulanan (month to month), 2,01 persen secara tahunan (year on year), dan 0,96 persen secara tahun kalender. Angka tersebut dinilai masih berada dalam rentang aman dan terkendali.
Meski demikian, sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian menjelang Iduladha, terutama daging ayam ras, ikan kerisi, dan cumi-cumi yang tahun sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga.
Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan TPID, kondisi stok kebutuhan pokok hingga BBM masih mencukupi untuk menghadapi Iduladha.
“Setelah dilakukan pemantauan oleh TPID, kesiapan menghadapi Iduladha relatif stabil. Baik stok maupun harga masih terkendali dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” ungkap Khairil.
Menurutnya, informasi dari Bulog, Pertamina dan OPD teknis menunjukkan distribusi kebutuhan pokok masih aman. Bahkan Bulog memastikan tambahan pasokan beras akan kembali masuk pada awal Juni mendatang.
“Kalau situasi Iduladha untuk Beltim memang berbeda dengan momentum Idulfitri. Kenaikan harga ada, tapi masih relatif stabil dan tidak terlalu signifikan,” kata Khairil.
Mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim ini menambahkan Pemerintah Kabupaten Beltim akan terus melakukan pengawasan aktif terhadap potensi gangguan stok maupun lonjakan harga di pasar.
“Kita meminta seluruh perangkat daerah lebih aktif membaca potensi persoalan di lapangan agar inflasi tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan,” ujar Khairil.
BI: Beltim Pertumbuhan Ekonomi Stabli dan Berada di Titik Inflasi Ideal
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Babel, Rizky Ismail menilai kondisi inflasi Beltim saat ini justru berada pada posisi yang cukup ideal dibanding sejumlah daerah lain.
“Inflasi Beltim saat ini berada di angka 2,01 persen. Ini hampir berada di titik tengah target inflasi nasional dan masih sangat terkendali,” jelas Rizky.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator positif karena di tengah gejolak ekonomi global, Beltim masih mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kita stabil, sementara harga-harga relatif terkendali. Ini menjadi nilai positif tersendiri,” katanya.
Rizky juga mengingatkan pentingnya kebijakan TPID yang cepat, adaptif dan tepat sasaran dalam menghadapi berbagai potensi gejolak ekonomi, termasuk perubahan cuaca hingga dinamika global.
Di akhir wawancaranya Rizky berpesan tiga hal. Yang pertama, terkait kebijakan, apa yang harus diputuskan di TPID ini harus kredibel. Artinya berhasil menyentuh permasalahan yang ada di lapangan secara riil.
Yang kedua, TPID harus beradaptasi dengan cepat terkait perubahan gejolak apapun. Baik itu gejolak global, perubahan cuaca, maupun gejolak-gejolak yang terjadi karena ada perubahan kebijakan yang sangat cepat sekali.
“Karena ini mengantisipasi gejolak perekonomian secara umum. Dan yang ketiga, kita harus tetap bermitra, bersinergi dan berkolaborasi dengan sesama,” pesan Rizky.
Sebagai langkah konkret pengendalian inflasi, Pemkab Beltim telah melaksanakan berbagai program sepanjang 2026, di antaranya 23 kali Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah, kerja sama antar daerah, hingga sidak pasar di tiga pasar besar yakni Pasar Lipat Kajang Manggar, Pasar Gantung dan Pasar Kelapa Kampit.
Selain itu, TPID Beltim juga akan melaksanakan pemantauan kesehatan hewan ternak, penyerahan sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Desa Senyubuk, serta memperkuat kerja sama antardaerah guna menjaga pasokan pangan tetap stabil.