Beranda / Berita / Detil Berita

Lestarikan Budaya Sejak Dini, Sanggar Muara 9 Gantung Gelar Evaluasi ke-4 dan Lomba Tari Anak

25/Mei/2026, 15:58 WIB • Fauzi

opd #Pendidikan #Kebudayaan 👁️ 156x dibaca

Gantung, Diskominfo SP Beltim – Semangat pelestarian seni budaya terus tumbuh di kalangan generasi muda Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hal itu terlihat dalam kegiatan Evaluasi ke-4 yang dirangkai dengan “Lomba Kelas Tari Sanggar Muara 9” di Khairan²¹ Cafe & Resto, Kecamatan Gantung, Minggu (24/5/26).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti puluhan penari muda binaan Sanggar Muara 9. Para peserta terbagi dalam tiga kategori, yakni Kelas A sebanyak 12 anak, Kelas B sebanyak 14 anak, dan Kelas C sebanyak 11 anak.

Acara diawali dengan penampilan tari penyambutan yang memukau para tamu undangan dan pengunjung. Camat Gantung, Dela Wahyudi turut hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Camat Gantung, Dela Wahyudi mengapresiasi konsistensi Sanggar Muara 9 dalam membina generasi muda melalui seni budaya.

“Pelaksanaan evaluasi ke-4 ini membuktikan bahwa sanggar tetap konsisten memberikan ruang tampil sekaligus mengevaluasi perkembangan latihan anak-anak secara berkala,” kata Dela.

Menurutnya, kegiatan seni budaya seperti ini tidak hanya menjadi wadah memperkenalkan seni tari kepada anak-anak, tetapi juga membuka peluang prestasi melalui berbagai ajang perlombaan seperti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

“Kegiatan ini juga dapat meningkatkan sosialisasi anak-anak yang saat ini banyak bergantung dengan gawai atau handphone. Dengan latihan tari, anak-anak memiliki aktivitas fisik dan kegiatan positif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Panitia, Agustiawan berharap keberadaan sanggar tari di Kecamatan Gantung dapat memberikan warna tersendiri bagi perkembangan seni budaya daerah sekaligus membangkitkan semangat sanggar-sanggar lainnya di Beltim.

“Harapan kami anak-anak Sanggar Muara 9 dapat terus difasilitasi dan diberikan dukungan untuk mengikuti berbagai event tari, baik di Kecamatan Gantung maupun tingkat Kabupaten Beltim,” ujar Ogoet, sapaan akrab Agustiawan.

Bukan Sekadar Lomba, Tapi Pembinaan Mental dan Karakter

Suasana semakin semarak saat para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui berbagai tarian tradisional maupun tari kreasi Nusantara. Dengan penuh percaya diri, para penari cilik tampil memukau di hadapan orang tua dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Sementara itu, Ketua Sanggar Muara 9, Meyca Revianti didampingi pelatih sanggar, Melly Novitasari mengatakan kegiatan evaluasi bukan sekadar perlombaan internal, melainkan sarana pembinaan karakter, mental, serta pengembangan kemampuan anak-anak setelah menjalani latihan rutin di Gedung MPB Gantung.

“Melalui evaluasi dan lomba kelas tari ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak serta memberikan ruang bagi mereka untuk tampil dan berekspresi,” kata Meyca.

Meyca  menambahkan, Sanggar Muara 9 terus berkomitmen mengenalkan seni tari Nusantara sekaligus melestarikan tari tradisional khas Beltim kepada generasi muda.

“Harapan kami anak-anak tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” tambahnya.

Di bawah pengawasan Diana Yuliastini selaku Penanggung Jawab Lembaga, Sanggar Muara 9 diharapkan terus menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda di tengah derasnya pengaruh perkembangan zaman dan budaya luar.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para pemenang di setiap kategori lomba. Riuh tepuk tangan para orang tua dan pengunjung cafe menambah hangat suasana sore itu, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat melestarikan budaya lokal masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Gantung.

Mengusung motto “Gapailah mimpi setinggi langit, namun pijakkan kakimu di bumi,” Sanggar Muara 9 berharap generasi muda Beltim dapat terus meraih prestasi tanpa melupakan akar budaya dan jati diri daerahnya.