Beranda / Berita / Detil Berita

Pemkab Beltim Dorong ASN Unggul Melalui Manajemen Talenta

10/Mar/2026, 21:12 WIB • Marliana

utama #Manajemen Talenta ASN #BKN 👁️ 15x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dalam membangun birokrasi profesional kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Pendampingan Percepatan Manajemen Talenta ASN yang digelar di Auditorium Zahari MZ, Selasa (10/3/26). 

Kegiatan yang diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN), baik secara langsung maupun daring, secara resmi dibuka oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia aparatur secara profesional dan terarah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan profesionalisme ASN sekaligus memperkuat tata kelola sumber daya manusia aparatur,” ujar Kamarudin.

Dikatakannya, pembangunan manajemen talenta menjadi langkah strategis dalam memastikan pengembangan karier ASN berjalan sesuai regulasi nasional sekaligus mendukung efektivitas pembangunan daerah.

“Pelaksanaan Manajemen Talenta ini merupakan wujud dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang pengembangan karirnya diharapkan berbasis pada kompetensi, kinerja, dan potensi yang dimiliki,” tegasnya.

Menurut Kamarudin, melalui kebijakan tersebut pemerintah daerah berupaya menghadirkan aparatur yang adaptif, kompeten, serta siap mengisi jabatan strategis guna menerjemahkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Belitung Timur secara lebih efektif.

“Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat dijalankan secara lebih efektif, terutama dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah demi kemajuan Kabupaten Belitung Timur,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional VII BKN, Heni Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Beltim mempercepat pembangunan manajemen talenta ASN. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pimpinan daerah dalam membangun birokrasi yang menjunjung tinggi keadilan dan transparansi.

“Pembangunan manajemen talenta itu suatu pilihan. Itu bukan keharusan tapi ketika seorang pimpinan kepala daerah sudah berkomitmen menuju ke sana, itu sudah bisa kita pastikan bahwa beliau itu sudah sangat memikirkan asas keadilan, asas transparansi, integritas yang tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heni menegaskan manajemen talenta bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan instrumen strategis untuk mendukung arah pembangunan daerah.

“Jadi kalau kita berhasil menyelaraskan antara profil talenta dengan tujuan strategis instansi, maka pencapaian visi daerah bukan lagi suatu kebetulan melainkan hasil dari perencanaan manusia yang sangat presisi,” jelasnya.