Manggar, Diskominfo SP Beltim - Kehilangan pekerjaan bukan akhir segalanya. Itulah yang diyakini 16 perempuan di Belitung Timur (Beltim) yang kini bangkit lewat adonan, oven, dan resep kue. Mereka mengikuti Pelatihan Bakery Dasar bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dibuka Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disnakerkop UKM) Beltim di Ruang Pertemuan, Senin (26/10/26).
Kegiatan ini merupakan Program Pelatihan Vokasi pekerja terdampak PHK. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Kepala Disnakerkop UKM Beltim, Amrullah mengatakan pelatihan berlangsung selama empat hari hingga 29 Oktober. Ia mengatakan, kegiatan ini bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi Belitung (BPVB) yang menyediakan instruktur bersertifikat sekaligus seluruh peralatan. Dinas sendiri menyiapkan peserta lewat seleksi terbuka yang disosialisasikan hingga ke desa-desa.
“Setelah mereka ahli di bidang bakery, kami berharap mereka bisa membuka usaha sendiri. Itu tujuan kita, mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan peserta serta masyarakat umumnya,” kata Amrullah.
Setelah bakery, antrean pelatihan sudah menunggu. Pelatihan barbershop masing-masing dengan 16 peserta yang telah diseleksi, akan segera menyusul. Tahun depan, Disnakerkop UKM merencanakan pelatihan bagi penyandang disabilitas, menjahit, serta bakery gelombang berikutnya.
“Kami berharap kerjasama dengan balai pelatihan juga berlanjut terus-menerus. Tujuan kami agar semakin banyak pelatihan semakin bagus karena kalau kita punya keahlian minimal kan punya modal. Modal keahlian untuk usaha mandiri,” tuturnya.
Bagi Tuti Alawiyah (44), salah satu peserta, pelatihan ini adalah pintu baru. Ia sebelumnya bekerja di perusahaan tekstil sebelum terkena PHK, jauh dari dunia kuliner. Kini ia membantu usaha katering milik mertuanya yang melayani pesanan pemerintah daerah.
“Bersyukur sekali. Siapa tahu nanti ada kesempatan membuat kue atau membuka usaha sendiri,” ujar Tuti.
Dengan bekal pelatihan ini, Tuti berharap bisa membuka lapangan kerja dan lebih bermanfaat bagi orang lain.
“Semoga Disnaker bisa menghadirkan pelatihan keahlian lain juga, supaya teman-teman lain bisa ikut menambah ilmu dan membuka usaha secara mandiri,” katanya.
Pemkab Beltim Pertama di Babel Gelar Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK
Beltim mencatat langkah awal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Beltim menjadi yang pertama menggelar Pelatihan Vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
“Alhamdulillah, kita yang pertama se-Provinsi Bangka Belitung, jadi kita yang pertama mengadakan kegiatan ini,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakerkop UKM, Khristy Arrywidhaswara usai pembukaan Pelatihan Bakery Dasar, Senin (26/10/26).
Menurut Khristy, Peserta tidak dipilih sembarangan. Pendaftaran diumumkan secara terbuka dan dikoordinasikan hingga ke desa-desa. Khristy memastikan hanya mereka yang benar-benar terdampak PHK yang difasilitasi. Untuk pelatihan bakery, terpilih 16 peserta.
Jumlah itu bukan kebetulan. Khristy menjelaskan, kuota 16 orang per kelas ditetapkan Kemnaker dan tidak bisa ditambah, meski anggaran daerah maupun balai pelatihan memungkinkan dua kelas.
“Itulah program pelatihan yang ditentukan Kemnaker, tidak bisa kita tambah jadi 30 atau 32 orang,” ujar Khristy
Aturan kuota itu terasa saat pendaftaran pelatihan pengelolaan administrasi perkantoran beberapa waktu lalu. Peminatnya membeludak, 125 pendaftar memperebutkan 16 kursi.
“Program ini harus disambut lagi. Tahun depan akan kami anggarkan” pungkasnya.