Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pelatihan Fisik, Massage dan Psikologi Olahraga yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama Fakultas Pendidikan, Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung resmi berakhir, Jumat (7/8/2026).
Selama dua hari, para pelatih dan guru olahraga mendapat pembekalan terkait kondisi fisik atlet, penyusunan program latihan, massage serta psikologi olahraga. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya KONI Beltim meningkatkan kualitas pembinaan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Bangka Belitung Tahun 2026.
Kegiatan ditutup Ketua Umum KONI Beltim, Hendro, didampingi Dekan FPOK UPI Bandung, Prof. Komarudin.
Salah seorang pemberi materi pelatihan, Bambang Erawan mengatakan kondisi fisik menjadi salah satu dasar penting dalam pembinaan atlet. Karena itu, pemahaman mengenai kondisi fisik harus ditempatkan sebagai bagian dari program latihan, bukan dilakukan secara terpisah.
“Penekanannya pada kondisi fisik dan periodisasi latihan. Kondisi fisik itu utama sebagai dasar semua atlet di setiap cabang olahraga,” kata Bambang.
Menurut dosen dari FPOK UPI Bandung ini, atlet yang memiliki kondisi fisik baik dan prima akan lebih siap menjalani proses latihan maupun pertandingan. Namun, kondisi tersebut harus dibangun melalui program latihan yang terencana dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Bambang menilai waktu yang tersisa menuju Porprov VII relatif terbatas apabila penerapan program latihan baru dilakukan pada tahap ini. Idealnya, persiapan kondisi fisik dan periodisasi latihan sudah dimulai jauh sebelumnya.
“Kalau untuk persiapan Porprov sebenarnya waktunya kurang. Seharusnya dari awal, dari Februari untuk menuju Porprov,” ujarnya.
Meski demikian, mantan atlet Gulat nasional ini menilai pelatihan tetap dapat memberikan manfaat bagi para pelatih untuk mengevaluasi kondisi atlet di masing-masing cabang olahraga.
Setidaknya, kata Bambang, pelatih dapat mengidentifikasi kekurangan yang masih terdapat di setiap cabang olahraga dan menyesuaikan porsi latihan dengan kebutuhan persiapan pertandingan yang semakin dekat.
“Setidaknya mereka bisa menafsirkan apa kekurangannya di setiap cabor. Karena masing-masing cabor banyak kekurangannya, kita coba menerapkan porsi latihan untuk persiapan pertandingan,” jelasnya.
Dengan demikian, materi yang diberikan selama pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan baru. Para pelatih dapat menggunakannya untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun porsi latihan yang lebih sesuai dengan kondisi atlet masing-masing.
KONI Dorong Ilmu Langsung Direalisasikan
Ketua Umum KONI Beltim, Hendro mengaku bersyukur pelatihan bersama FPOK UPI Bandung dapat terlaksana hingga selesai. Ia menilai antusiasme peserta selama dua hari kegiatan cukup baik dan sesuai dengan yang diharapkan.
“Harapannya apa yang didapatkan bisa direalisasikan dan diterapkan. Ini menjadi ilmu buat mereka,” kata Hendro.
Menurutnya, peserta yang mengikuti pelatihan merupakan bagian penting dalam pembinaan olahraga di Kabupaten Beltim. Selain pelatih dari berbagai cabang olahraga, terdapat pula guru-guru yang memiliki peran dalam membangun fondasi olahraga di daerah.
“Peserta ini rata-rata adalah pelatih dan juga ada guru-guru sebagai salah satu benteng olahraga Belitung Timur,” ujarnya.
Karena itu, Hendro berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi modal dalam pembinaan atlet, terutama menghadapi Porprov VII Bangka Belitung yang akan berlangsung pada November mendatang.
Hendro juga berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Ini menjadi pondasi utama, menjadi modal untuk mereka. Sangat bagus ke depannya kalau masih ada, tentunya harus berjalan terus,” katanya.
Hendro menambahkan, antusiasme peserta selama dua hari menjadi salah satu indikator positif pelaksanaan kegiatan. Peserta mengikuti rangkaian pelatihan sesuai target dan ekspektasi KONI Beltim.
“Antusiasmenya sangat bagus. Pesertanya cukup banyak dan sesuai target, sesuai ekspektasi,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga Beltim. Dengan meningkatnya kompetensi pelatih, pembinaan atlet di masing-masing cabang olahraga diharapkan semakin terarah dan mampu mendukung target prestasi Kabupaten Beltim pada Porprov VII Bangka Belitung.