Beranda / Berita / Detil Berita

Kolaborasi Program GENTING Jadi Penguat Percepatan Penurunan Stunting di Beltim

14 Jul 2026, 23:31 WIB • Atha
utama #Cegah Stunting 31x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Percepatan penurunan stunting menjadi salah satu fokus bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan sebagai dasar pelaksanaan berbagai program pembangunan keluarga, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang dilaksanakan di Ruang Kerja Bupati, Selasa (14/7/2026). 

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan penandatanganan nota kesepakatan menjadi bentuk penguatan kolaborasi dalam penanganan stunting di Kabupaten Beltim. 

"Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Beltim dalam mendukung program GENTING. Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah, dukungan dari dunia usaha, mitra, maupun perorangan menjadi sangat penting untuk membantu keluarga yang membutuhkan," ucap Fazar usai penandatanganan. 

Mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat itu, mengatakan program GENTING menjadi salah satu upaya strategis untuk mempercepat penurunan stunting sekaligus mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Program ini memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Pemkab Beltim selama ini telah menunjukkan capaian yang baik dalam program pembangunan keluarga dan kependudukan di tingkat nasional. Harapan kami, prestasi tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan, Utiwi Dardini menjelaskan bahwa penanganan stunting melalui Program GENTING dilakukan secara menyuluruh dengan menyasar berbagai faktor penyebabnya. 

"Jadi pogram Genting mencakup enam bentuk intervensi, yaitu perbaikan rumah tidak layak huni, akses air bersih, jamban sehat, bantuan nutrisi, edukasi pencegahan dan penanganan stunting, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Penanganan stunting perlu dilakukan secara komprehensif, karena pemenuhan gizi saja tidak cukup jika lingkungan tempat tinggal masih belum sehat," jelasnya. 

Utiwi juga mengatakan bahwa pelaksanaan program GENTING masih perlu diperluas agar seluruh bentuk intervensi dapat menjangkau keluarga sasaran.

"Beltim menargetkan 433 keluarga sasaran pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk menerima manfaat program GENTING sepanjang 2026. Hingga saat ini di semester pertama, bantuan yang berjalan masih didominasi nutrisi dan edukasi. Karena itu kami berharap kolaborasi melalui CSR, mitra pentahelix, serta dukungan non-APBN dan non-APBD dapat diperkuat agar intervensi lain, seperti perbaikan rumah, akses air bersih, dan sanitasi, juga dapat segera direalisasikan," harapnya.