Beranda / Berita / Detil Berita

Cegah Stunting Sejak Dini, Pemkab Beltim Perkuat Genting bagi Ibu Hamil Berisiko

14 Jul 2026, 22:30 WIB โ€ข Fauzi
utama #Cegah Stunting 34x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim โ€“ Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar bersama Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa menyerahkan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kepada keluarga sasaran di Desa Kurnia Jaya dan Desa Mekar Jaya, Selasa (14/7/2026) pagi.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim, Melta Indah Nurhayati serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Beltim, Edi Febrianto yang berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) dalam program tersebut.

Dua keluarga yang dikunjungi merupakan sasaran prioritas, yakni ibu hamil yang menikah pada usia muda dan berisiko melahirkan anak stunting apabila tidak mendapatkan pendampingan serta pemenuhan gizi yang memadai.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program GENTING. Program sejak 2018 ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting.

"Kalau keluarga seperti ini tidak kita dampingi, dikhawatirkan anak yang dilahirkan berisiko mengalami stunting. Kondisi rumah yang sederhana ditambah usia ibu yang masih sangat muda menjadi faktor yang harus mendapat perhatian bersama," kata Fazar.

Menurutnya, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan menjadi kunci utama mencegah stunting. Karena itu, bantuan yang diberikan berupa bahan pangan bergizi seperti telur dan susu agar langsung dikonsumsi ibu hamil.

"Kami sengaja memberikan bantuan dalam bentuk makanan bergizi, bukan uang tunai. Harapannya nutrisi benar-benar diterima ibu hamil sehingga dapat mendukung tumbuh kembang janin secara optimal," ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar mengatakan penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Khairil mengapresiasi dukungan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Baznas, pemerintah desa hingga tenaga kesehatan yang terus bergerak mendampingi keluarga sasaran.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama karena persoalannya bukan hanya kesehatan, tetapi juga menyangkut kondisi sosial, ekonomi, hingga lingkungan tempat tinggal keluarga," kata Khairil.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Beltim ini mengimbau para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan ke Posyandu atau fasilitas kesehatan serta memperhatikan asupan gizi selama masa kehamilan dan menyusui.

"Ibu hamil harus menjaga asupan makanan bergizi dan nantinya memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Banyak sumber pangan lokal yang dapat dimanfaatkan, seperti daun kelor maupun pepaya muda yang baik untuk membantu meningkatkan produksi ASI," ujarnya.

Selain persoalan gizi, Mantan Camat Gantung ini juga menyoroti pentingnya pemenuhan hunian yang layak. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi terhadap keluarga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang memadai.

"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan OPD terkait agar keluarga yang membutuhkan bisa mendapatkan penanganan secara bertahap sesuai kewenangan yang ada," tambahnya.

Bantuan dan Kepedulian Jadi Penyemangat Calon Ibu

Salah seorang penerima manfaat, Oktavia (17), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Saat ini kandungannya telah memasuki usia tujuh bulan.

Warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar ini mengatakan bantuan paket makanan bergizi yang diterimanya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan.

"Senang karena diperhatikan dan dibantu. Semoga anak saya nanti lahir sehat," ujar Via sapaan Oktavia.

Usia kandungan Via saat ini sudah berumur tujuh bulan. Ia tinggal bersama suaminya dan orang tuanya. Sehari-hari sang suami, bekerja sebagai buruh perkebunan sawit.

โ€œSangat membantu meringankan kebutuhan sebelum melahirkan. Mudah-mudahan nanti anak saya bisa lahir dengan sehat dan normal,โ€ harap Via. 

Berdasarkan data hingga 30 Juni 2026, Program GENTING di Kabupaten Beltim menargetkan sebanyak 433 penerima manfaat. Hingga akhir Juni, program tersebut telah menjangkau 188 penerima manfaat atau 43,42 persen dari target.

Penerima manfaat terdiri atas 38 ibu hamil, 62 ibu menyusui, dan 88 anak di bawah usia dua tahun (baduta). Dengan demikian masih terdapat selisih 245 sasaran yang akan terus diupayakan melalui perluasan kolaborasi bersama berbagai mitra.

Program GENTING merupakan salah satu strategi nasional dalam mempercepat penurunan stunting melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat sebagai Orang Tua Asuh. Melalui pendampingan dan pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun, diharapkan lahir generasi Kabupaten Beltim yang sehat, cerdas, dan berkualitas.