Beranda / Berita / Detil Berita

Kolaborasi OJK dan Pemkab Beltim Gelar Literasi Keuangan bagi Nelayan

03/Mar/2026, 17:19 WIB • Tassa

utama #OJK #Literasi Keuangan 👁️ 14x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Literasi Keuangan bagi para nelayan di wilayah Kecamatan Damar, Senin (02/03/2026).  

Kegiatan yang digelar di Pantai Burung Mandi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan regulator dalam meningkatkan pemahaman serta akses keuangan masyarakat, khususnya kelompok nelayan.

Dikatakan oleh Kepala OJK Provinsi Babel, Eko Wijaya bahwa kegiatan yang diikuti sebanyak 95 orang nelayan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan rumah tangga, asuransi nelayan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.

“Kelompok nelayan merupakan salah satu kelompok strategis yang memiliki potensi ekonomi besar, namun kerap menghadapi tantangan pengelolaan pendapatan yang fluktuatif akibat faktor musim dan cuaca,” kata Eko.

“Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting agar nelayan mampu mengatur keuangan secara lebih terencana, menyiapkan dana darurat, serta memanfaatkan akses pembiayaan resmi untuk pengembangan usaha,” tambahnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kabupaten Beltim, Bayu Priyambodo menilai kegiatan yang diselenggarakan OJK ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir serta mendorong kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

“Komitmen Otoritas Jasa Keuangan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi nelayan sebagai sektor prioritas, merupakan langkah nyata dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat daerah,” ujarnya. 

Bayu juga berharap para peserta tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya wawasan,” himbau Bayu.

Selain penyampaian materi, kegiatan literasi keuangan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para nelayan diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan, termasuk akses permodalan, asuransi nelayan, serta pengelolaan hasil usaha.