Asisten II Bupati, Ikhwan Fahrozi menyampaikan sambutan
Suasana saat Rilis BRS Perkembangan Indeks Harga KonsumenInflasi Februari 2026 di RUang Pertemuan BPS
Kepala Bidang KIPS DiskominfoSP Beltim saat mengajukan pertanyaan_
Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Beltim, Fetia Nursih Widiastuti saat berdiskusi dengan peserta giat Rilis BRS,
Salah seorang peserta memberikan saran untuk pengendalian infasi di Belitung Timur jelang lebaran
Jelang Idulfitri, Pemkab Beltim Perkuat Langkah Pengendalian Harga
03/Mar/2026, 05:38 WIB โข Vishy
Manggar, Diskominfo SP Beltim โ Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Februari 2026, yang berlangsung di ruang pertemuan BPS Kabupaten Beltim, Senin (02/03/26).
Dalam rilisnya, Kepala BPS Beltim melalui Statistisi Ahli Madya, Fetia Nursih Widiastuti menyampaikan bahwa pada Februari 2026, Kabupaten Beltim mengalami inflasi.
"Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Beltim sebesar 3,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,23," kata Fetia.
Dijelaskan Fetia bahwa inflasi tahunan/y-on-y terjadi karena terjadinya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di beberapa kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 22,12 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya 16,25 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,27 persen; kesehatan 0,67 persen; perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,50 persen; pakaian dan alas kaki 0,28 persen; serta restoran 0,14 persen.
"Sebaliknya, terjadi deflasi pada kelompok pendidikan 15,57 persen; transportasi 0,11 persen; serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat relatif stabil," jelas Fetia.
Antisipasi Kenaikan Harga
Sementara itu, Bupati Beltim yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ikhwan Fahrozi menegaskan bahwa data statistik memiliki peran penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
โData statistik yang disusun BPS menjadi landasan utama bagi pemerintah daerah dalam membaca kondisi perekonomian serta menentukan langkah-langkah strategis pengendalian inflasi,โ ujar Ikhwan.
Ia juga menyoroti dinamika harga yang terjadi, di antaranya tren kenaikan harga emas yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat, serta kenaikan harga bawang dan cabai akibat berkurangnya hasil panen dari daerah pemasok. Di sisi lain, kondisi cuaca yang cukup mendukung berdampak positif terhadap hasil tangkapan nelayan sehingga membantu menjaga stabilitas harga komoditas perikanan.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok diperkirakan meningkat, terutama komoditas daging ayam dan daging sapi. Pemerintah daerah pun mengantisipasi potensi kenaikan harga melalui penguatan koordinasi TPID, pemantauan harga secara berkala, pelaksanaan operasi pasar, serta memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.
โKita harus memperkuat langkah antisipatif agar kenaikan harga tetap dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat tetap terjaga,โ tegasnya.
Melalui rilis BRS ini, Pemerintah Kabupaten Beltim menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah berbasis data yang akurat dan terpercaya, sehingga kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.