Beranda / Berita / Detil Berita

D’Sabru Resmi Dibuka, Wisata Alam dan Edukasi Baru Hadir di Kelapa Kampit

07/Mei/2026, 22:13 WIB • Feji

utama #Pariwisata 👁️ 31x dibaca

Kelapa Kampit, Diskominfo SP Beltim – Destinasi wisata D’Sabru (De Sabang Ru’) di Desa Pembaharuan, Kecamatan Kelapa Kampit resmi diresmikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Hendri mewakili Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten, Kamis (07/05/26).

Peresmian ini menandai hadirnya ruang wisata berbasis alam dan edukasi yang diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.

Berada di kawasan hutan pesisir yang dikelilingi bakau dan pepohonan tua di dekat garis pantai, D’Sabru hadir tidak hanya sebagai tempat wisata, namun juga menjadi simbol perjuangan masyarakat dalam mengelola dan menjaga kawasan alam agar memiliki nilai ekonomi, edukasi dan lingkungan secara berkelanjutan.

Penggagas D’Sabru, Erniyanti menceritakan perjalanan panjang yang telah dilalui hingga kawasan tersebut akhirnya dapat diresmikan dan mulai dikunjungi masyarakat.

“Tiga tahun lalu tepatnya tahun 2023, perjuangan ini dimulai setelah kami mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dulu tempat ini masih semak belukar dan sampah di kawasan bakau yang kami angkut jumlahnya sampai berton-ton,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan kawasan tersebut dilakukan bersama kelompok Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pulo Lamun. Namun dalam perjalanannya, tidak semua anggota mampu bertahan karena harus fokus mencari nafkah untuk keluarga.

“Dulu anggota kami sekitar 30 orang, sekarang tersisa tiga orang saja yaitu ketua, sekretaris dan saya sebagai bendahara. Kami memahami karena sebagian besar anggota adalah nelayan dan petani yang harus mencari penghidupan untuk keluarga mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran sempat menjadi tantangan besar dalam proses pembangunan kawasan wisata tersebut. Hingga akhirnya dukungan datang dari suaminya, Douglas Mc Donald yang membantu mewujudkan impian tersebut.

“Karena dana yang diperlukan masih kurang, saya sampai membuat proposal lintas negara kepada suami saya sendiri, Douglas Mc Donald. Alhamdulillah ia langsung mengiyakan membantu menggunakan dana pribadi untuk mewujudkan mimpi membangun D’Sabru ini,” ujarnya.

Setelah melalui proses panjang, D’Sabru kini mulai dikenal masyarakat dan mendapat respons positif dari pengunjung.

“Selama satu bulan percobaan kemarin, alhamdulillah banyak wisatawan lokal yang datang, dari konten kreator bahkan bukan hanya dari masyarakat Kelapa Kampit namun Kabupaten Belitung pun ramai datang,” jelasnya.

Selain menjadi kawasan wisata, D’Sabru juga mulai menjadi habitat berbagai jenis burung migrasi yang datang ke kawasan tersebut.

“Sekarang banyak burung-burung bermigrasi ke D’Sabru. Ini menjadi tanda bahwa kawasan ini mulai kembali hidup dan alami,” tambahnya.

Meski demikian, Erniyanti menyebut akses jalan dan penerangan menuju lokasi masih menjadi tantangan utama yang dihadapi saat ini.

“Tantangan terakhir kami sekarang adalah akses jalan dan lampu jalan menuju lokasi ini. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan dari pemerintah daerah melalui APBD maupun APBN,” harapnya.

Menurutnya, akses tersebut tidak hanya penting untuk wisatawan, tetapi juga digunakan ratusan nelayan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Ke depan, D’Sabru juga direncanakan menjadi lokasi wisata edukasi lingkungan bagi pelajar, khususnya terkait ekosistem pesisir dan budidaya kerang.

“Kami ingin membuat brosur edukasi untuk sekolah-sekolah agar anak-anak bisa belajar tentang alam. Di sini juga ada budidaya timong atau kerang. Harapan saya, anak-anak bisa teredukasi, emak-emak bisa bersantai dan bapak-bapak bisa memancing,” pungkasnya.

D’Sabru Jadi Simbol Wisata Berbasis Lingkungan dan Edukasi

Camat Kelapa Kampit, Yudi Brahma menyampaikan apresiasi atas hadirnya D’Sabru yang dinilai sebagai wujud keberanian masyarakat dalam mewujudkan mimpi besar di tengah berbagai keterbatasan.

Menurutnya, pembangunan kawasan wisata tersebut pada awalnya terasa seperti sesuatu yang sulit diwujudkan.

“Bagi saya memang ini produk halu. Dulu saya membayangkan sesuatu seperti ini sangat sulit diwujudkan, tetapi hari ini terbukti bisa berdiri dan menjadi kenyataan. Terima kasih untuk Kak Yanti dan seluruh tim yang sudah berjuang,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kecamatan Kelapa Kampit sangat mendukung pengembangan D’Sabru, terlebih konsep wisata yang diusung tidak hanya menghadirkan keindahan alam, namun juga memiliki nilai edukasi dan pelestarian lingkungan.

“Kami dari kecamatan sangat mendukung karena tempat ini membawa edukasi yang positif bagi masyarakat maupun generasi muda,” katanya.

Yudi juga menyoroti kawasan Sabang Ru’ yang dinilai memiliki nilai sejarah dan potensi arkeologi yang cukup kuat.

“Sabang Ru’ ini memiliki nilai histori. Dulu di kawasan ini pernah ada pemukiman penduduk dan itu dibuktikan dengan adanya makam-makam tua dan kuno. Ini tentu memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang penting,” ungkapnya.

Ia mengaku mengetahui langsung proses perjuangan kelompok pengelola dalam membersihkan kawasan tersebut dari tumpukan sampah hingga akhirnya menjadi kawasan wisata seperti saat ini.

“Saya termasuk orang yang tahu bagaimana perjuangan kalian membersihkan sampah sampai berkarung-karung. Kalian ini hebat, berani bermimpi besar dan mampu mewujudkannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yudi turut memberikan masukan agar kawasan D’Sabru ke depan dapat dilengkapi dengan tanaman herbal khas Belitung sebagai sarana edukasi bagi pelajar.

“Saya sarankan ke depan ditanam juga tanaman herbal khas Belitong lengkap dengan penjelasan manfaatnya. Jadi nanti cocok untuk siswa-siswi yang datang belajar tentang alam dan tumbuhan,” tambahnya.

Potensi Wisata Kampit Didorong Terintegrasi

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Hendri berharap keberadaan D’Sabru dapat terintegrasi dengan destinasi wisata lain di Kecamatan Kelapa Kampit sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Kecamatan Kelapa Kampit memiliki banyak potensi wisata yang dapat saling terhubung dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Di Kecamatan Kelapa Kampit ini banyak sekali potensi wisata. Kalau bisa nantinya terintegrasi sehingga perputaran ekonomi dan peluang usaha masyarakat juga semakin berkembang,” ujarnya.

Ia menilai peluang tersebut akan semakin besar dengan hadirnya SMA Unggul Garuda yang berada di wilayah Kecamatan Kelapa Kampit.

“Dengan adanya SMA Unggul Garuda di Kelapa Kampit, tentu ini menjadi peluang besar karena siswa-siswi nantinya bisa memanfaatkan kawasan wisata dan alam di sini sebagai ruang belajar maupun wisata edukasi,” katanya.

Hendri juga menyoroti kekayaan alam yang dimiliki Kecamatan Kelapa Kampit yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai laboratorium alam.

“Keragaman alam di Kelapa Kampit ini luar biasa. Tempat-tempat seperti D’Sabru bisa menjadi laboratorium alam bagi para pelajar untuk belajar tentang lingkungan, ekosistem pesisir dan kekayaan hayati yang ada,” ungkapnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola yang telah berjuang selama bertahun-tahun hingga akhirnya mampu mewujudkan kawasan wisata tersebut.

“Selamat kepada seluruh pengelola atas kerja keras dan perjuangan selama bertahun-tahun hingga akhirnya mimpi ini bisa terwujud,” pungkasnya.