Beranda / Berita / Detil Berita

Bupati Beltim Perkuat Peran Dukun Jadi Ketua Adat

05/Apr/2026, 22:06 WIB • Marliana

utama #Adat Budaya 👁️ 32x dibaca

Membalong, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berencana memperkuat peran dukun dengan menyesuaikan penyebutan mereka menjadi ketua adat dalam dokumen resmi pemerintah daerah. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Beltim, Kamarudin Muten saat menghadiri kegiatan Maras Taun dan Halal Bihalal di Dusun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Minggu (5/4/26).

Kamarudin menilai keberadaan dukun selama ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat, terutama dalam menjaga kampung tetap aman dan kondusif.

“Peran dukun sangat baik karena ikut menjaga kampung agar tetap aman dan kondusif. Mereka menjadi bagian penting dalam menjaga masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk penguatan peran tersebut, pemkab Beltim berencana menyesuaikan nomenklatur dukun kampung menjadi ketua adat dalam kebijakan pemerintah daerah. Perubahan itu nantinya akan dicantumkan dalam Surat Keputusan (SK) pemerintah daerah yang berkaitan dengan pemberian insentif bagi para dukun di Beltim.

“Ke depan istilahnya akan kita perkuat menjadi ketua adat dan dimasukkan dalam SK insentif dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Kamarudin, langkah ini menjadi bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran tokoh adat sebagai penjaga harmoni sosial sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas masyarakat.Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan adat sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.

“Kalau diundang, saya pasti hadir,” tambahnya.

GUBERNUR BABEL: DUKUN KAMPUNG PENJAGA KEHARMONISAN

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menekankan pentingnya peran dukun sebagai penjaga nilai kearifan lokal yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat.

Ia mengajak seluruh pihak menjaga marwah adat dengan mempertahankan nilai-nilai baik sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman dan ajaran agama.

“Kita berharap para dukun dapat terus menjadi perekat masyarakat dan membawa suasana damai di Bangka Belitung,” ujar Hidayat.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Maras Taun dan berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih meriah dengan melibatkan komunitas adat dari seluruh wilayah Bangka Belitung pada tahun-tahun mendatang.

“Saya bangga dapat hadir dan beramah tamah di tengah-tengah masyarakat terutama dengan para dukun kampung se-Pulau Belitong. Tugas kita bersama adalah menjaga desa, jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kedukunan Adat Belitung, Muktie Maharip menjelaskan Maras Taun merupakan tradisi syukuran kampung yang telah diwariskan sejak lama dan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Maras Taun ini acara syukuran kampung atas rezeki dan keselamatan selama setahun. Tradisi ini sudah lama ada dan tetap kami pelihara agar tidak hilang,” ujarnya.

Ia menambahkan, ritual adat yang dilakukan merupakan bentuk penghormatan terhadap alam serta simbol keseimbangan hubungan manusia dengan lingkungan.

“Intinya kita menghormati alam dan semua yang ada di dalamnya. Itu bagian dari adat yang terus kami jaga,” tutupnya.