Peserta kegiatan Profilling ASN Kabupaten Beltim
Bupati Beltim saat menyampaikan arahan kepada peserta kegiatan Profilling ASN
75 peserta Profilling ASN sesi I
Kabid Penilaian Kinerja Aparatur, Mutasi, Promosi dan Penghargaan BKPSDM Beltim, Juriandri
Foto bersama
Profiling ASN Targetkan Pengembangan Kompetensi Tepat Sasaran
26/Nov/2025, 17:41 WIB • Tassa
Manggar, Diskominfo SP Beltim — Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi memulai ujian profiling ASN di Gedung Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Beltim, Rabu (26/11/25). Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan peta talenta aparatur guna menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan jabatan ke depan.
Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur, Mutasi, Promosi, dan Penghargaan BKPSDM Beltim, Juriandri menegaskan profiling bukan untuk menilai buruk ASN, melainkan mengidentifikasi kebutuhan pembinaan.
“Kalau ada standar kompetensi yang rendah, itu bukan berarti pegawainya tidak baik. Itu gap yang harus di treatment agar kompetensinya bisa meningkat. Tujuannya agar kita tahu bentuk pembinaan yang tepat, apakah pelatihan, bimbingan, atau program lainnya sehingga kompetensi bisa meningkat,” ujarnya.
Pelaksanaan profiling dilakukan melalui CAT dengan parameter kompetensi manajerial, sosial kultural, dan potensi kepemimpinan. Hasilnya akan diintegrasikan ke aplikasi Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) BKN sehingga profil tiap ASN tergambarkan secara digital. Ratusan ASN yang mengikuti uji kompetensi berasal dari lintas jabatan struktural dan fungsional yang telah diprioritaskan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Menurut Juriandri, proses pemetaan akan menggabungkan berbagai aspek penilaian ASN seperti disiplin, kinerja, kompetensi, kualifikasi, hingga rekam prestasi. Data tersebut digunakan untuk membangun gambaran menyeluruh talenta pegawai.
“Profiling bekerja saling memperkuat. Kita dapat gambaran utuh dari ASN itu sendiri, kompetensinya bagaimana, kualifikasinya bagaimana, dan rekam prestasinya seperti apa,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa hasil profiling akan menjadi rujukan dalam pengisian jabatan strategis pada masa mendatang. Dengan manajemen talenta, penempatan pegawai dilakukan berdasarkan data dan kesesuaian rumpun jabatan, bukan kedekatan personal.
“Harapannya seperti itu, tidak lagi atas dasar suka atau tidak suka. Kalau seseorang tidak masuk box yang sesuai, atau tidak cocok dengan rumpun jabatannya, maka dia tidak bisa kita rekomendasikan. Penempatan harus sesuai keahliannya,” pungkas Juriandri.