Beranda / Berita / Detil Berita

Pemkab Beltim Dukung Deklarasi Stop Bullying pada Peringatan Hari Anak Sedunia

28/Nov/2025, 23:36 WIB • Atha

utama #Pendidikan #Karakter Anak #Anti Bullying #Hari Anak Sedunia 👁️ 150x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim — Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya perlindungan anak melalui peringatan Hari Anak Sedunia tahun 2025. Kegiatan yang diikuti pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Beltim ini, digelar di Auditorium Zahari MZ, Jumat (28/11). 

Acara dimulai dengan pembacaan Deklarasi Anti-Bullying oleh Forum Anak Kabupaten Beltim sebagai simbol komitmen untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan. Setelah itu, peserta menyaksikan film pendek berjudul “Say No to Bullying”, yang mengangkat realitas perundungan di berbagai ruang kehidupan anak. 

Mewakili Bupati Beltim, Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Beltim, Ida Lismawati, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.

“Menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi,” kata Ida.

Ia mengingatkan bahwa upaya menciptakan lingkungan aman bagi anak hanya bisa terwujud apabila seluruh elemen masyarakat terlibat secara konsisten.

“Deklarasi Stop Bullying ini harus menjadi pengingat bahwa anak-anak berhak untuk bahagia, belajar, bermain, dan bermimpi setinggi-tingginya. Pemerintah Kabupaten Beltim akan terus memperkuat program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak," lanjut Ida. 

Sementara itu, Ketua Komnas PA Provinsi Kepulauan Babel, Imelda Handayani, menekankan pentingnya memastikan perlindungan anak dilakukan secara menyeluruh di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

“Tema global My Day, My Rights mengingatkan kita untuk memberi ruang bagi anak menyampaikan apa yang mereka rasakan dan butuhkan, sekaligus memastikan mereka terbebas dari kekerasan fisik, mental, dan tekanan berlebih," ujar Imelda.

Sebagai ajakan langsung kepada para peserta, Imelda menekankan pentingnya membangun sikap saling menghargai sejak usia muda sebagai langkah awal menghapus praktik perundungan.

“Teruntuk anak-anakku semua, marilah mulai sejak dini kita tanamkan dalam diri untuk berhenti mencari kesalahan orang lain. Jika kalian ingin dihargai, belajarlah menghargai orang lain, jika kalian ingin dihormati, belajarlah menghormati orang lain,” pesan Imelda.

Kegiatan diakhiri dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang disambut antusias oleh para peserta.