Beranda / Berita / Detil Berita

Tinjau SMA Unggul Garuda, Bupati Optimistis Pembangunan Selesai Sesuai Target

01/Jun/2026, 21:34 WIB • Feji

utama #SMA Unggul Garuda 👁️ 26x dibaca

Kelapa Kampit, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus mengawal pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit. Setelah melakukan peninjauan pada Maret lalu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten kembali turun langsung ke lokasi guna melihat perkembangan pembangunan dan memastikan kesiapan berbagai fasilitas pendukung pendidikan yang tengah dikerjakan, Senin (01/06/26).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Beltim, Asisten Administrasi Umum Setda Beltim, para Staf Ahli Bupati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Camat Kelapa Kampit, serta Kepala SMA Unggul Garuda Beltim.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah bangunan yang tengah dikerjakan di kawasan SMA Unggul Garuda. Perkembangan yang cukup terlihat tampak pada bangunan asrama putra yang telah berdiri dan selesai pada tahap pemasangan atap. Progres tersebut menjadi salah satu indikator percepatan pembangunan yang dilakukan sehingga diharapkan seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai jadwal.

Selain melihat perkembangan fisik bangunan, peninjauan juga dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pendukung lainnya guna menunjang kesiapan operasional sekolah ke depan.

Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengapresiasi perkembangan pembangunan SMA Unggul Garuda yang dinilainya menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan saat peninjauan sebelumnya. Berdasarkan paparan yang diterima, progres pembangunan secara keseluruhan telah mendekati 50 persen.

"Perkembangannya jauh lebih baik. Tadi juga disampaikan bahwa progres total pembangunan sudah hampir 50 persen. Kontraktornya berjanji pekerjaan akan selesai sesuai masa kontrak pada 16 Agustus mendatang. Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar Kamarudin.

Meski demikian, Kamarudin mengatakan masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, salah satunya terkait penyelesaian akses jalan menuju kawasan sekolah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim, lanjut Kamarudin, akan terus mendukung berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan daerah guna menunjang operasional sekolah di masa mendatang.

"Sejauh ini saya lihat semuanya sudah sangat baik. Tinggal nanti dari Pemkab masih akan melakukan pembebasan lahan untuk jalan karena masih ada satu jalur lagi yang perlu diselesaikan," tambahnya.

Optimistis Sambut Tahun Ajaran Baru

Sementara itu, Kepala SMA Unggul Garuda Beltim, Winda Ari Anggraini mengaku optimistis melihat perkembangan pembangunan sekolah yang terus menunjukkan kemajuan. Menurutnya, sejumlah fasilitas utama sudah mulai terlihat bentuknya dan diharapkan dapat segera difungsikan dalam waktu dekat.

"Melihat perkembangan pembangunan SMA Unggul Garuda tadi tentunya kami sangat senang karena progresnya sudah sangat lumayan. Harapannya pada Juli nanti sudah ada gedung yang selesai dan bisa digunakan," ujar Winda.

Ia menjelaskan bahwa bangunan yang saat ini hampir rampung adalah asrama putra, sementara pembangunan ruang kelas masih terus dikebut agar dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

"Yang sudah hampir selesai itu asrama putra. Sementara yang sedang dikejar penyelesaiannya adalah ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar," jelasnya.

Terkait penerimaan peserta didik, Winda menyebut pihaknya telah menerima surat resmi mengenai jumlah siswa yang akan menempuh pendidikan di SMA Unggul Garuda Beltim. Dari kuota yang ditetapkan sebanyak 76 siswa, satu calon siswa diketahui mengundurkan diri sehingga jumlah peserta yang akan bergabung menjadi 75 siswa.

"Untuk Belitung Timur telah ditetapkan sebanyak 76 siswa. Namun ada satu siswa yang mengundurkan diri sehingga saat ini jumlahnya menjadi 75 siswa. Kuota tersebut tidak dapat digantikan oleh siswa lain karena penetapannya sudah berdasarkan ketentuan yang berlaku," katanya.

Winda berharap proses pembangunan dapat terus berjalan sesuai target sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai bersamaan dengan sekolah-sekolah lain pada awal tahun ajaran baru.

"Harapannya sama seperti sekolah lain, kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada Juli, sekitar minggu kedua," pungkasnya.