Manggar, Diskominfo SP Beltim – Riuh pengunjung yang memadati kawasan Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, selama tiga hari pelaksanaan Pekan Kreasi Pemuda dan Bazar UMKM Tahun 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak sekadar menjadi tempat berkumpul dan menikmati berbagai hiburan, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.
Antusiasme masyarakat yang datang silih berganti sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan di kawasan bazar. Beragam produk kuliner yang ditawarkan para pelaku UMKM menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang hadir bersama keluarga maupun teman.
Salah satunya dirasakan Mellyana Feronika (36), pemilik stan Siomay Ikan dan Pempek Mamak DA. Selama tiga hari mengikuti bazar, ia mengaku mendapatkan respons positif dari masyarakat yang datang berbelanja.
“Alhamdulillah ramai. Pengunjungnya banyak yang datang, jadi penjualan juga cukup bagus selama bazar berlangsung,” ungkap Mellyana saat ditemui di stan dagangannya.
Melly menyebutkan, produk yang dijualnya meliputi pempek, siomay ikan, dan es teler. Dari seluruh penjualan selama tiga hari kegiatan, Mellyana memperkirakan berhasil mengumpulkan omzet kotor sekitar Rp6 juta.
“Kalau dihitung selama tiga hari ini, omzet kotor kurang lebih sampai Rp6 juta,” jelasnya.
Jumlah tersebut menjadi tambahan pendapatan yang cukup berarti dibandingkan penjualan pada hari biasa. Mellyana yang sehari-hari berjualan di lapaknya serta melayani pesanan pempek secara daring itu berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diselenggarakan.
“Semoga UMKM makin jaya dan ke depannya sering ada bazar seperti ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami sebagai pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan,” harapnya.
Manfaat serupa juga dirasakan Wenda (31), pemilik stan Choberry Ney x Sushi-bar & Mochi Ney. Menghadirkan beragam pilihan makanan, mulai dari sushi, mochi, cheese, stroberi cokelat, hingga brownies, stan miliknya turut menarik perhatian pengunjung selama kegiatan berlangsung.
Wenda mengaku cukup puas dengan antusiasme masyarakat yang berkunjung ke bazar. Menurutnya, keramaian selama tiga hari tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan pendapatan di luar aktivitas penjualan sehari-hari.
“Lumayan ramai selama tiga hari ini. Kalau untuk omzet kotor, alhamdulillah bisa mencapai 12 juta rupiah,” ujarnya.
Sebelum mengikuti bazar, Wenda telah menjalankan usaha dengan membuka lapak di kawasan Kolong Minyak. Dari penjualan sehari-hari, ia biasanya memperoleh omzet sekitar Rp400 ribu. Karena itu, keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan bazar menjadi kesempatan untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Ia berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan ruang dan kesempatan kepada pelaku UMKM melalui penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan usaha lokal.
“Saya berharap UMKM makin maju dan semakin banyak acara seperti ini. Dengan adanya kegiatan bazar, kami bisa ikut berkembang dan usaha juga lebih lancar,” tuturnya.
Pengalaman kedua pelaku usaha tersebut memperlihatkan bahwa penyelenggaraan Pekan Kreasi Pemuda dan Bazar UMKM tidak hanya menjadi wadah kreativitas dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi pelaku usaha lokal.