Beranda / Berita / Detil Berita

Pemkab Beltim Petakan Kompetensi 375 ASN Lewat ProASN

02 Nov 2026, 14:25 WIB • Marliana
opd #ProASN #Kepegawaian 24x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) mulai memperkuat penerapan manajemen talenta melalui kegiatan profiling terhadap 375 ASN. Pemetaan ini menjadi langkah untuk mengenali potensi dan kompetensi aparatur sebagai dasar pengembangan karier yang lebih objektif dan sesuai kemampuan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung CAT BKPSDM Beltim, Senin (2/11/26), dibuka langsung oleh Bupati Beltim yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Heryanto. 

Kepala BKPSDM Kabupaten Beltim, Hendriyani menjelaskan profiling tersebut menggunakan instrumen ProASN yang dikembangkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengukuran mencakup potensi dan kompetensi ASN, antara lain dari aspek manajerial, sosial kultural, serta pengetahuan digital.

“Profiling ini merupakan alat ukur yang digunakan untuk melihat sejauh mana potensi dan kompetensi ASN. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan mendukung penerapan manajemen talenta melalui sistem yang dimiliki BKN,” jelas Hendriyani.

Ia mengungkapkan, sebanyak 375 peserta merupakan kuota yang diperoleh Pemkab Beltim dari BKN pada tahun ini, dari total 4.666 ASN di lingkungan Pemda. Sebelumnya, sekitar 1.400 ASN telah mengikuti pemetaan melalui kegiatan profiling.

“Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi lima sesi dengan kapasitas 75 peserta setiap sesi. Dalam satu hari dilaksanakan dua sesi, dengan rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga Rabu pagi.

Hendriyani menambahkan, hasil pengukuran akan terekam dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Data tersebut akan memperlihatkan posisi ASN berdasarkan hasil pemetaan kompetensi dan potensi, sehingga dapat menjadi bahan dalam pengelolaan karier aparatur.

“Ketika potensi ASN sudah dipetakan, datanya akan terekam di SIMATA. Dari hasil uji kompetensi itu nantinya dapat terlihat posisi masing-masing ASN. Ini penting untuk mendukung manajemen talenta dan manajemen karier,” ungkapnya.

Menyampaikan arahan Bupati Beltim, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Heryanto menegaskan pengelolaan ASN tidak cukup hanya mengandalkan data administrasi, pangkat, golongan, maupun riwayat jabatan. Pemerintah membutuhkan pemetaan yang lebih menyeluruh agar potensi dan kemampuan setiap aparatur dapat dikenali secara tepat.

“Jangan menganggap kegiatan ini sekadar formalitas atau pemenuhan kewajiban, karena hasilnya akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ASN ke depan,” tegasnya..

Dirinya berharap, penerapan manajemen talenta dapat membuka kesempatan yang adil bagi setiap ASN untuk berkembang berdasarkan kapasitas dan kinerjanya.

“Kita ingin setiap ASN mendapatkan kesempatan berkembang sesuai kemampuan dan kinerjanya, bukan berdasarkan kedekatan atau pertimbangan subjektif,” pungkasnya.