Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus mendorong kemandirian pangan masyarakat di wilayah kepulauan melalui pengembangan peternakan ayam. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan secara simbolis bantuan 120 ekor bibit ayam, pakan, dan kandang kepada tiga kelompok ternak dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (World Food Day) Tahun 2026 di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim, Rabu (21/10/2026).
Bantuan yang bersumber dari APBD II Tahun Anggaran 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan sumber protein hewani bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan. Pengembangan peternakan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari daratan.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengatakan penguatan ketahanan pangan harus dilakukan dengan mengoptimalkan potensi daerah, termasuk mengembangkan sumber pangan alternatif bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil.
“Di pulau-pulau, masyarakat memang banyak mengonsumsi ikan. Namun, mereka juga membutuhkan sumber protein lainnya. Karena itu, saya mendorong pengembangan peternakan ayam petelur agar kebutuhan pangan di sana dapat dipenuhi secara bertahap,” ujar Kamarudin.
Menurutnya, pengembangan peternakan di wilayah kepulauan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri. Upaya ini juga diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, termasuk melalui program makanan tambahan bergizi (MTB).
Kamarudin turut mendorong pengembangan sumber pakan lokal, seperti jagung, agar kegiatan peternakan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kita ingin masyarakat di pulau juga bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ayamnya bisa bertelur, kemudian masyarakat juga didorong menanam jagung untuk pakan, sehingga program ini bisa berkelanjutan dan tidak terus bergantung pada pasokan dari daratan,” tambahnya.
Tiga Kelompok Ternak Terima Bantuan
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim, Heru Indramarta menjelaskan bantuan tersebut diberikan kepada tiga kelompok ternak, masing-masing menerima 40 ekor ayam. Total bantuan sebanyak 120 ekor tersebut merupakan ayam buras unggul yang telah siap bertelur dan berpotensi dikembangbiakkan kembali.
Adapun kelompok penerima bantuan meliputi Kelompok Ternak Ayam “Pesisir Unggul” di Desa Buku Limau, Kecamatan Manggar; Kelompok Peternak “Ayam Petelor Pulau Ketapang” di Desa Tanjung Kelumpang, Kecamatan Simpang Pesak; serta Kelompok Ternak Ayam “Long” di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung.
Heru mengatakan penetapan penerima bantuan dilakukan melalui proses seleksi berdasarkan usulan kelompok peternak dan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.
“Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemenuhan makanan tambahan bergizi, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau. Walaupun sumber protein dari ikan tersedia, masyarakat tetap membutuhkan variasi pangan lain, termasuk telur dan daging ayam,” jelas Heru.
Ia menambahkan, ayam yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan telur bagi kebutuhan konsumsi, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangbiakkan sehingga dapat meningkatkan populasi ternak secara bertahap.
“Jumlahnya memang 40 ekor untuk setiap kelompok, tetapi ayam yang diberikan merupakan ayam buras unggul yang sudah siap bertelur dan masih bisa dikembangbiakkan. Ke depan, kami berharap kelompok juga dapat mengembangkan proses penetasan agar populasinya semakin bertambah,” ungkapnya.
Pengembangan peternakan ayam di wilayah kepulauan diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sumber pangan yang lebih beragam. Selain menghasilkan telur dan daging ayam, pengembangan tersebut berpotensi mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pakan ternak, termasuk penanaman jagung.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan sumber protein hewani, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan kegiatan peternakan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat Hari Pangan Sedunia 2026, “Innovate Today, Nourish Tomorrow” (Berinovasi Hari Ini Menutrisi Hari Esok), yakni mendorong inovasi dan pemanfaatan potensi lokal untuk mewujudkan ketahanan pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Beltim.