Manggar, Diskominfo SP Beltim – Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten mengingatkan agar Program Layanan Terintegrasi Nyaman Belanje tidak berhenti sebatas seremoni peluncuran. Program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tersebut harus dijalankan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pedagang maupun masyarakat.
Melalui Program Nyaman Belanje, Pemkab Beltim berharap pasar rakyat dapat berkembang menjadi ruang perdagangan yang lebih modern dan transparan, sekaligus memberikan kemudahan pelayanan bagi pedagang maupun masyarakat. Konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Beltim melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ikhwan Fachrozi saat peluncuran Program Nyaman Belanje di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (2/11/2026) pagi.
Menurut Ikhwan, inovasi birokrasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas ataupun pemenuhan kewajiban proyek perubahan dalam pelatihan kepemimpinan. Program Nyaman Belanje harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan dan perindustrian.
“Manfaat program tersebut harus dirasakan oleh dua kelompok utama, yakni pedagang dan pelaku usaha serta masyarakat sebagai konsumen,” kata Ikhwan.
Bagi pedagang dan pelaku usaha, pelayanan diharapkan semakin ringkas, proses perizinan lebih cepat, pembinaan lebih tertata, serta fasilitas pasar menjadi semakin bersih, aman, dan tertib.
Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman, informasi harga yang transparan, ketersediaan bahan pokok yang terjaga, serta kemudahan dalam bertransaksi.
“Inilah wujud konkret dari komitmen kita mewujudkan visi besar daerah, yaitu Belitung Timur yang Nyaman dan Berkemajuan. Kemajuan daerah tidak selalu diukur dari gedung-gedung tinggi, melainkan dari denyut pasar rakyat yang hidup, perputaran uang yang sehat di tingkat akar rumput, dan senyum para pedagang kecil saat menutup tokonya di sore hari,” ujar Ikhwan.
Mantan Sekretaris Daerah ini juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Disperindag Beltim, Harli Agusta atas inisiatif menghadirkan inovasi tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa peluncuran program baru merupakan langkah awal.
Seluruh perangkat daerah terkait diminta terus mengawal, mengevaluasi, dan menyempurnakan pelaksanaan program di lapangan. Sinergi dengan asosiasi pedagang, perbankan, aparat keamanan, dan masyarakat juga perlu diperkuat.
“Jangan biarkan semangat hari ini meredup setelah seremoni usai,” pesannya.
Bank Sumsel Babel Dukung Transaksi Non-Tunai
Dukungan terhadap pelaksanaan Nyaman Belanje juga datang dari Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Manggar. Pemimpin BSB Cabang Manggar, Doli Sibarani mengatakan pihaknya berperan menyediakan kanal pembayaran untuk mendukung transformasi transaksi non-tunai dalam program tersebut.
Melalui kerja sama ini, BSB Cabang Manggar menyediakan fasilitas rekening dan virtual account sebagai sarana pembayaran dalam sistem yang dikembangkan.
“Di Program Nyaman Belanje ini kita akan bertransformasi ke transaksi non-tunai. Bank Sumsel Babel sebagai bank daerah hadir menyediakan kanal pembayarannya, termasuk rekening dan virtual account untuk memfasilitasi pembayaran dalam program tersebut,” ungkap Doli.
Doli berharap penerapan sistem pembayaran digital dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha, khususnya pedagang pasar, untuk aktif menggunakan transaksi non-tunai.
“Selain mempermudah transaksi, digitalisasi juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan volume penjualan sehingga berdampak positif terhadap perkembangan usaha para pedagang,” harap Doli.