Beranda / Berita / Detil Berita

Nyaman Belanje Diluncurkan, Disperindag Beltim Dorong Transformasi Digital Pasar Rakyat

02 Nov 2026, 21:45 WIB • Fauzi
opd #Inovasi #Nyaman Belanje 54x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus mendorong transformasi digital di pasar rakyat melalui peluncuran Program Layanan Terintegrasi Nyaman Belanje di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (2/11/2026) pagi.

Program yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Beltim tersebut diluncurkan secara resmi oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten, melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ikhwan Fachrozi.

Peluncuran ditandai dengan penyerahan perangkat QRIS Digital Soundbox atau alat pembaca transaksi QRIS kepada lima perwakilan pedagang Pasar Lipat Kajang. Perangkat tersebut menjadi salah satu sarana untuk mendukung penerapan transaksi pembayaran secara digital di lingkungan pasar.

Kepala Disperindag Beltim, Harli Agusta mengatakan Nyaman Belanje berangkat dari hasil pengamatan dan kajian lapangan setelah dirinya mendapat amanah memimpin Disperindag. Bersama jajaran, ia melakukan diskusi dan turun langsung untuk melihat kondisi pelayanan dinas serta aktivitas perdagangan di pasar rakyat.

Dari hasil kajian tersebut, ditemukan sejumlah persoalan yang perlu dibenahi. Pada sisi pelayanan dinas, proses administrasi masih terfragmentasi dan didominasi cara manual. Koordinasi data juga belum terpadu sehingga diperlukan percepatan penyelesaian layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Sementara di pasar rakyat, transaksi masih didominasi pembayaran tunai. Sarana digital masih terbatas dan belum tersedia wadah terintegrasi untuk memantau informasi harga komoditas maupun ketersediaan stok bahan pokok secara real-time.

“Dari hasil kajian lapangan, kami melihat pembenahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, kami mencoba merumuskan sebuah inovasi yang mampu mengintegrasikan pelayanan dinas sekaligus mendorong digitalisasi pasar rakyat,” ungkap Harli yang merupakan inisiator program tersebut.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan secara terstruktur melalui keikutsertaannya dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXI Pusjar SKT LAN Tahun 2026. Di bawah bimbingan mentor dan coach, gagasan itu dirumuskan menjadi proyek perubahan bertajuk Transformasi Pelayanan Publik di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur melalui Program Nyaman Belanje.

Hadirkan Dashboard Layanan Terintegrasi

Pada tahap awal, Program Nyaman Belanje menghadirkan Dashboard Layanan Terpadu yang menjadi pusat informasi dan pelayanan digital Disperindag. Dashboard tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat, pedagang, dan pelaku usaha dalam mengakses berbagai layanan.

Harli menjelaskan terdapat lima fitur utama yang disiapkan dalam dashboard tersebut.

Pertama, pembayaran non-tunai retribusi pasar atau e-retribusi untuk memudahkan pedagang melakukan pembayaran secara lebih transparan dan akuntabel. Kedua, layanan pasar terintegrasi yang menyediakan informasi ketersediaan kios dan los, data pedagang, serta layanan pengajuan atau pendaftaran sewa kios dan los.

Ketiga, informasi harga komoditas untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar daerah. Keempat, informasi stok bahan pokok penting (bapokting) guna mendukung keterbukaan data pasokan barang. Kelima, kanal pengaduan masyarakat yang diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan pelayanan.

Menurut Mantan Kepala Dinas Perzinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tersebut pengembangan program ini telah disusun dalam tiga tahapan. Pada jangka pendek, fokus diarahkan pada pembentukan tim efektif, penyusunan peta jalan dan regulasi, serta pembangunan dan peluncuran purwarupa (prototype) dashboard layanan.

Pada jangka menengah, program akan diarahkan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, integrasi fitur dashboard, serta pembangunan marketplace komoditas lokal pedagang pasar dan produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Beltim.

Sementara dalam jangka panjang, Disperindag menargetkan terbentuknya ekosistem digital di seluruh pasar rakyat se-Kabupaten Beltim, termasuk replikasi sistem dan pengembangan ekosistem perdagangan yang inklusif serta berkelanjutan.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui transparansi penerimaan retribusi, serta mempercepat terbentuknya ekosistem digital di seluruh pasar rakyat Belitung Timur,” kata Kecang sapaan Harli.

Tiga Pilar Keberlanjutan Program

Untuk memastikan program tidak berhenti pada peluncuran, Disperindag menyiapkan tiga pilar utama sebagai fondasi keberlanjutan Nyaman Belanje. Pilar pertama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan literasi digital bagi aparatur dinas, pedagang pasar rakyat, serta pelaku IKM.

Sedangkan pilar kedua berupa pembangunan ekosistem digital terintegrasi melalui penyempurnaan dashboard layanan, digitalisasi transaksi retribusi, dan fasilitasi pemasaran produk IKM.

Adapun pilar ketiga adalah pembangunan fondasi transformasi digital, meliputi penyusunan regulasi pendukung, penyediaan infrastruktur digital pasar, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), peta jalan berkelanjutan, serta pembentukan budaya kerja digital.

Kecang menyatakan pelaksanaan inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan jajaran pemerintah daerah atas dukungan kebijakan, Bank Indonesia dalam fasilitasi perluasan digitalisasi pembayaran daerah, serta Bank Sumsel Babel sebagai mitra teknis perbankan dan penyedia sistem transaksi digital.

“Saya mengapresiasi dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika Beltim dalam penyempurnaan dashboard, penyediaan infrastruktur teknologi, integrasi jaringan, dan pengamanan sistem, serta keterlibatan pedagang, pelaku IKM, dan tim kerja Disperindag,” ujar Kecang.